Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Kepada Siapa Kita Mesti Belajar Ilmu Agama?

Oleh: Ustadz Amrullah Pandu Satriawan

Related Post: Urgensi Sanad Keilmuan dalam Belajar Agama

BLOGGURU – Berkata Imam Ibnu Sirin : “Sesungguhnya ilmu ini (ilmu agama) adalah bagian dari agama. Maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian tersebut”.

 

“قال الإمام محمد بن سيرين : “إنّ هذا العلم دين؛ فانظروا عمّن تأخذون دينكم”

 

Dari sini kita musti memperjelas kepada siapa kita telah belajar ilmu agama? Apakah kita berguru atau hanya comot copy paste dari google atau internet saja. Sebab berbicara masalah agama tidak dapat sembarangan semaunya atau sekehendak perutnya saja.

Ternyata jawabnya adalah karena hari ini pentingnya berguru yang mempunyai sanad kemudian diabaikan orang. Padahal Imam Ibnul Mubarok pernah mengingatkan :

 

الإسناد من الدين لولا الإسناد لقال من شاء ما شاء

 

Artinya:

“Sanad itu adalah bagian dari agama, tanpa adanya sanad maka orang akan berbicara sekehendaknya atau semaunya”.

Dan fenomena hari ini banyak bermunculan manusia – manusia karbitan yang berbicara masalah agama namun tak jelas ia pernah berguru dengan siapa. Jangankan ditanya sanad, gurunya pun tak jelas siapa jawabannya. Modalnya hanya bermodal copy paste dan mirisnya ia menganggap bahwa amalannya paling terbaik dari makhluk Allah lainnya alias menganggap dirinya paling suci dan mutlak benar dalam amalan. Ditambah lagi dengan sikap atau model dakwahnya yang bersifat memaksa orang. Tentunya yang seperti inilah disebut munafiq bahkan lebih cocok lagi bila disebut penipu berkedok tokoh agama yang akhirnya merusak muru’ah (martabat) agama itu sendiri.

Ayo tanyakan kepada siapa anda sudah berguru ? Adakah orang yang anda anggap guru itu memiliki ketersambungan sanad yang jelas hingga ke Rasulullah SAW ? Ataukah hanya bermental munafiq karena menipu orang banyak seolah-olah bahwa ia memiliki sanad yang jelas dan terhubung kepada Baginda Rasulullah SAW.

Atau jangan-jangan sanadnya nuqila ‘an google (dinukil dari google) saja ? Hehehe… Anda sendiri lah yang dapat menjawabnya..

(Ribuan untaian kata terima kasih untuk kedua orang tua saya, Alhamdulillah saya pernah dididik oleh kedua orangtua saya untuk berguru dalam masalah agama dan Alhamdulillah pula guru-guru saya memiliki sanad yang jelas).

 

Sumber Pendukung: IG Markaz : markaz_qiroat_ashim.pekanbaru

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR