
Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep foto bersama usai mengikuti Lomba Dakwah 3 Bahasa. (foto: ist/*)
BLOGGURU – Imam Junaid al-Baghdadi rahimahullah mengatakan, “Kisah para tokoh terdahulu merupakan tentara dari tentara-tentara Allah yang mampu menguatkan hati para pemula.
Allah Ta’ala berfirman:
وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِۦ فُؤَادَكَ
Artinya:
“Semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu” (QS Hûd [11]: 120)
[Sumber: ar-Risalah al-Qusyairiyah, hlm. 203]
Sementara itu Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:
فمَن حفظَ لسانهُ لأجلِ الله تعالىٰ في الدنيا ، أطلقَ اللهُ لسانهُ بالشهادة عندَ الموتِ ولقاءِ الله تعالىٰ . ومَن سَرَّح لسانهُ في أعراضِ المسلمين ، واتبعَ عَوراتهم ، أمسكَ اللهُ لسانهُ عن الشهادةِ عند الموت
Artinya:
Barang siapa menjaga lisannya karena Allah di dunia, Allah akan memudahkan lisannya mengucapkan syahadat ketika dia meninggal dan bertemu dengan-Nya. Sebaliknya, barang siapa tidak bisa menjaga lisannya dari membicarakan kehormatan kaum muslimin dan mencari-cari aib mereka, Allah akan membuatnya sulit mengucapkan syahadat ketika meninggal dunia
[Sumber: Bahrud Dumu’, hlm. 124]