Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Webinar IGI Sultra: Enhancing Students Participation in Learning by Using Minecraft

Webinar IGI Sultra: Enhancing Students Participation in Learning by Using Minecraft

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri penulis dapat mengikuti Webinar Internasional, “Enhancing Students Participation in Learning by Using Minecraft” yang diselenggarakan secara online pada Tanggal 8 Februari 2022 dengan Pembicara (Speaker): Nevine Mahmoud Asfour (Global Teacher Award 2020, MIE Expert Egypt 2021-2022). Tentu sebagai seorang guru, penulis merasa perlu mengikuti webinar tentang aplikasi Minecraft ini dalam Pembelajaran.

Siapa yang tak kenal dengan Minecraft? Game yang menjadi salah satu game terlaris sepanjang masa ini tentunya sangat populer di berbagai kalangan. Minecraft adalah game Sandbox Creative dimana pemain dapat bereksplorasi, menambang, serta membangun berbagai macam hal berdasarkan imaginasi dan ide kreatif pemain. Dalam perkembangannya, Minecraft juga merupakan satu permainan digital yang dapat dijadikan alat bantuan mengajar di sekolah. Hal ini karena, Minecraft mempunyai pelbagai kelebihan yang boleh dimanfaatkan oleh para pelajar.

Dengan kerjasama pihak stakeholder pendidikan, pembelajaran berasaskan aplikasi Minecraft dapat diterapkan. Minecraft memberi para pelajar kemahiran dalam Geografi, Digital, Seni, dan lain sebagainya. Melalui Minecraft, para pelajar mampu membina apa yang mereka suka didalam dunia maya. Sebagai contoh, misalnya pelajar akan diminta membuat rumah dan sebagainya. Tentunya perkara ini mempunyai proses misalnya kemahiran mengumpul bahan untuk membuat rumah, kemahiran mengalih dan kemahiran membina semula. Mereka juga akan berfikiran lebih terbuka mengikut kreativiti mereka sendiri. Mereka juga boleh mengaitkan elemen-elemen dalam kehidupan asal kedalam dunia maya. Di kehidupan nyata, pelajar terbiasa dengan keadaan sekeliling rumah misalnya mempunyai tumbuh-tumbuhan dan haiwan. Maka, mereka juga boleh membuat seni bina yang mesra alam seperti di kehidupan yang nyata. Jika ditelusuri, perkara ini menjadikan pelajar lebih kreatif dan inovatif.

Maka demikianlah Minecraft, dapat dijadikan aplikasi pembelajaran di sekolah ataupun pesantren. Tapi ini tentu hanya boleh dilakukan atau dipandu oleh guru yang sudah mahir Minecraft. Karena alasan inilah penulis mengikuti Webinar Internasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Sulawesi Tenggara bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Demikian catatan singkat ini sebagai pengingat kegiatan yang telah diikuti. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

KELUAR