Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Webinar Internasional Seri LKLB – Building a Culture of Respect for Diversity and  Human Rights through Tolerance Education

Webinar Internasional Seri LKLB - Building a Culture of Respect for Diversity and   Human Rights through Tolerance Education

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri masih diberikan waktu luang dan kesempatan untuk mengikuti berbagai event keilmuan, salah satunya adalah Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) bertema Building a Culture of Respect for Diversity and Human Rights through Tolerance Education (Membangun Budaya yang Menghormati Keberagaman) pada Hari Jumat, 9 Desember 2022.

Webinar Internasional LKLB ini diselenggarakan dalam Rangka Peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia ke -74, yang diselenggarakan oleh Leimena Institut bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia (Kemenkumham RI) serta didukung oleh Templeton Religion Trust. Welcoming Remarks (Kata Sambutan) diberikan oleh Dr. Mualimin Abdi, S.H., M.H., Plt. Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia, Kementerian Hukum dan dan HAM Republik Indonesia dan Matius Ho, Direktur Eksekutif, Institut Leimena.

Bertindak sebagai Opening Keynote Speech (Ceramah Kunci Pembuka) adalah Prof. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D., Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, sedang Special Keynote Speech (Ceramah Kunci Khusus) dibawakan oleh Ambassador Rashad Hussain, Duta Besar Keliling Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional. Untuk Speakers/Panelists (Pembicara/Panelis) adalah Prof. Dr. Hj. Siti Ruhaini Dzuhayatin, M.A., Tenaga Ahli Utama, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia yang juga Senior Fellow Institut Leimena, Henny Supolo Sitepu Ketua Dewan Pengurus Yayasan Cahaya Guru, Stephen Heyneman Professor (emeritus) International Education Policy, Vanderbilt University dengan dimoderatori oleh Muhammad Hafiz (Researcher of CENTRA Initiative).

Webinar ini menarik karena Indonesia adalah negara hukum yang secara konstitusional menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia (HAM). Sebagaimana termaktub dalam  Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945, Pasal 28I ayat (4), “Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab Negara, terutama Pemerintah.” Untuk itu, Pemerintah, khususnya melalui Kemenkumham RI, melaksanakan tanggung jawab ini dengan merumuskan dan melaksanakan kebijakan-kebijakan hukum yang dapat melindungi, memajukan, menegakkan, dan memenuhi HAM.

Sertifikat Webinar Internasional Kemenkumham RI - Leimena Institute, 9 Desember 2022. (foto: ist/*)

Sertifikat Webinar Internasional Kemenkumham RI – Leimena Institute, 9 Desember 2022. (foto: ist/*)

Salah satu tantangan terbesar untuk mencapai hal ini, adalah membangun budaya masyarakat yang menghormati keberagaman dan HAM. Pendekatan top-down oleh pemerintah harus diiringi pendekatan bottom-up oleh masyarakat sipil. Mereka perlu terus menerus bekerja sama membangun nilai-nilai toleransi dalam masyarakat. Karenanya, pendidikan selayaknya berkontribusi menanamkan Nilai-nilai toleransi, kerjasama antar kelompok yang berbeda (agama, ras, etnis, dan lain-lain), serta penghormatan terhadap keberagaman dan HAM.

Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) adalah sebuah pendekatan kreatif yang dapat berfungsi sebagai wadah terciptanya resonansi pemahaman terkait toleransi dan penghormatan HAM. Melalui LKLB, kita dapat mengembangkan pemahaman dan  bekerjasama dalam konteks multi-agama tanpa kehilangan identitas agama atau kepercayaan kita masing-masing. Wujud nyata dari LKLB  sangat mungkin untuk diadopsi kedalam pengajaran dan pendidikan toleransi.

Demikian catatan singkat ini sebagai pengingat kegiatan yang telah diikuti. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

 

KELUAR