Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi – 1 (Bait 1-12)

Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi - 1 (Bait 1-12)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Nadhom apa itu Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi? Nadhom Lamiyah Ibnu Wardi disebut juga dengan nama “Nashihatul Ikhwan wa Mursyidatul Khullan”, yang artinya Nasehat bagi saudara-saudara, dan Petunjuk bagi para sahabat.

Nadhom Lamiyah Ibnu Wardi adalah sebuah nadhom tentang hukum dan adab, berisi pesan dan nasehat yang bijak, petunjuk kepada manusia tentang apa-apa yang bermanfaat dan baik sebagai bekal kebahagiaan dunia dan akherat.  Nadhom Lamiyah Ibnu Wardi dapat juga dimaknai sebagai Qosidah yang luas maknanya, sempurna bentuknya, dan dalam bahasa yang bagus, dan indah. Sehingga sebagian bait dari qosidah atau nadhom tersebut menjadi mutiara hikmah yang seringkali dibawakan dalam majelis ilmu, ceramah dan dauroh ilmiyah.

Siapa sebenarnya Ibnul Wardi? Beliau bernama lengkap Umar bin Mudzoffar bin Umar bin Muhammad bin Abil Fawaris Abu Hafs Zainuddin ibnul Wardi. Beliau lahir Tahun 691 H (1292 M) dan wafat dalam Tahun 749 H (1349 M).

Karya tulis Ibnul Wardi selain Nadhom Laamiyah Ibnul Warni, diantaranya adalah:

1. Kharīdat al-ʿAjā’ib wa farīdat al-gha’rāib (Mutiara Keajaiban dan Keunikan hal-hal aneh), sebuah risalah geografis dengan bagian-bagian tentang sejarah alam.

2. Nadzmul Bahjah al Wardiyah, nadhom fiqih sebanyak 5063 bait.

3. Al Lubab fil I’rob

4. Syarah Alfiyah ibnu Malik

5. Syarah alfiyah ibnu Mu’ti.

Diantara ulama yang mensyarah karyanya adalah Syaikh Mas’ud Bin Hasan Al-Qinawi, yang mensyarah Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi, dengan judul karya “Fathur Rohimir Rohman”.

Demikian sekilas tentang Ibnul Wardi dan berikut ini, Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi:

 

– Laamiyah Ibnul Wardi – 

 

١ . اعتزل ذِكرَ الأغاني والغَزَلْ  *  وقُلِ الفَصْلَ وجانبْ مَـنْ هَزَلْ

 

Jauhilah mengingat wanita -wanita cantik dan tinggalkan pula kisah-kisah percintaan # Berkatalah yang benar dan jauhi orang-orang yang bersenda gurau.

 

٢. ودَعِ الـذِّكـرَ لأيـامِ الصِّبا *   فـلأيـامِ الصِّبـا نَـجمٌ أفَـلْ

 

Tinggalkanlah mengenang nikmatnya masa kecil karena masa kecil itu bagaikan bintang yang sudah sirna.

 

٣ . إنْ أَحْلىَ عِيْـشَةٍ قَـضَيْتَهَـا *  ذَهَـبَتْ لَذَّاتُهَـا وَالإثْـمُ حَـلّ

 

Sesungguhnya kenikmatan dari perbuatan maksiat, lezatnya hilang sedangkan dosanya tetap ada.

 

٤ . وَاتْـرُكِ الغَادَةَ لَا تَحْفِلْ بِهَا  *  تُـمْسِ فـِي عِزٍّ وترفع وتُجَلّ

 

Jauhilah wanita yang lemah lembut nan penggoda dan jangan engkau berkumpul dengannya. Dengan demikian engkau menjadi mulia.

 

٥ . وافتكرْ في منتهى حُسنِ الذي *   أنـتَ تـهواهُ تجدْ أمـراً جَلَلْ

 

Dan berfikirlah atas akhir dari segala sesuatu. maka engkau akan menemukan bahwa hal hal yang tidak berguna itu adalah hina.

 

٦ . واهجُرِ الخمرةَ إنْ كنتَ فتىً  *  كيفَ يسعى في جُنونٍ مَنْ عَقَلْ

 

Tinggalkanlah khomer jika dirimu adalah pemuda sejati. Bagaimana dikatakan orang yang berakal sedangkan ia berjalan dalam keadaan gila?

 

٧ . واتَّـقِ اللهَ فتـقوى الله مـا  *  جاورتْ قلبَ امريءٍ إلا وَصَلْ

 

Bertaqwalah kepada Allah, karena tidaklah terdapat ketakwaan pada diri seseorang kecuali ia akan wushul (sampai) kepada Allah.

 

٨ . ليسَ مـنْ يقطعُ طُرقاً بَطلاً  *   إنـما مـنْ يـتَّقي الله البَطَـلْ

 

Bukanlah seorang jawara itu adalah yang menaklukan terjalnya jalanan, Jawara sejati adalah orang yang bertaqwa kepada Allah swt

 

٩ . صَدِّقِ الشَّرعَ ولاَ تركنْ إلى  *   رجـلٍ يـرصد في الليل زُحلْ

 

Yakinlah kepada Syariat dan jangan condong kepada peramal.

 

١٠ . حارتِ الأفكارُ في حكمةِ مَنْ  *   قـد هـدانـا سبْلنا عزَّ وجَلْ

 

Semua pikiran menjadi bingung dalam merenungi hikmah Dzat yang menunjukkan kita pada kebenaran

 

١١ . كتبَ الموت على الخَلقِ فكمْ  *  فَـلَّ من جيشٍ وأفنى من دُوَلْ

 

Allah telah menetapkan kematian pada setiap makhluk. Para tentara mati dan kota menjadi musnah.

 

١٢ . أيـنَ نُمـرودُ وكنعانُ ومنْ  *  مَلَكَ الأرضَ وولَّـى وعَـزَلْ

 

Dimanakah Namrud bin Kan’an dan orang orang yang pernah berkuasa serta mampu mengangkat dan mencopot jabatan ?

 

(Bersambung)

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR