Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Adab Berbeda Pendapat

BLOGGURU – Di bagian akhir kitab Al-Tibyān, Kiai Hasyim menerangkan sebuah adab yang menarik. Dikaitkan pula dengan sejarah para tokoh Islam masa lampau, dalilnya, dan bagaimana hikmah yang dapat kita ambil.

Berikut ini terjemah bebasnya:

Diketahui bahwa terjadi perbezaan pendapat di kalangan para sahabat Rasulullah SAW, yang merupakan sebaik-baik umat, namun tak seorang pun dari mereka berselisih atau bermusuhan satu sama lain, ataupun menyalahkan salah seorang dari mereka atas kesalahan atau kekurangan.

Demikian pula terjadi perbezaan pendapat antara Imam Abu Hanifah dan Imam Malik, serta antara Imam Ahmad bin Hanbal dan guru beliau, Imam Asy-Syafi’i, dalam banyak masalah yang mencapai sekitar empat belas ribu perbezaan dalam berbagai aspek ibadah dan muamalah. Namun, tak seorang pun dari mereka saling berselisih, bersikap kasar, memendam rasa benci, atau menyalahkan satu sama lain atas kesalahan atau kekurangan. Mereka tetap saling menyayangi dan mengakui kebaikan satu sama lain.

Dikisahkan bahwa ketika Imam Asy-Syafi’i mengunjungi makam Imam Abu Hanifah dan tinggal di sana selama tujuh hari sambil membaca Al-Qur’an, setiap kali dia menyelesaikan bacaan, dia menyumbangkan pahalanya kepada Imam Abu Hanifah.

Imam Asy-Syafi’i juga tidak pernah melakukan qunut dalam solat Subuh selama tinggal di makam Imam Abu Hanifah, kerana Imam Abu Hanifah tidak menganjurkan qunut dalam solat Subuh.
Ketika dia kembali, salah seorang muridnya bertanya, “Mengapa Anda tidak melakukan qunut selama tinggal di makamnya?”

Imam Asy-Syafi’i menjawab: “Kerana Imam Abu Hanifah tidak menganjurkan qunut dalam sholat Subuh, maka saya tinggalkan sebagai tanda penghormatan kepada beliau.” Demikian juga terjadi perbezaan pendapat antara guru-guru Mazhab Rafi’i dan An-Nawawi dalam banyak masalah, namun tak seorang pun dari mereka saling berselisih, bersikap kasar, atau menyalahkan satu sama lain atas kesalahan. Mereka tetap saling mencintai dan menghormati.

Jika kita memahami hal itu, maka kita akan mengetahui bahwa perselisihan, permusuhan, dan perpecahan yang terjadi di antara kita kerana perbezaan pendapat dalam beberapa masalah hanyalah permainan syaitan, persaingan dan kesombongan di antara saudara-saudara kita, serta mengikuti hawa nafsu. Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu kerana akan menyesatkan kamu dari jalan Allah”.

Rasulullah SAW bersabda, “Dua serigala kelaparan yang dilepas di antara kawanan kambing tidak jauh berbahaya dibanding perhatian (kerakusan) seseorang pada harta dan kemuliaan dalam agamanya”. HR. Imam Ahmad, Nasa’i dan Tirmidzi. Imam Tirmidzi berkata, hadits ini hasan shohih.

Dalam riwayat Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda, “Cinta kemuliaan/pangkat dan cinta harta bagi seorang mukmin jauh lebih berbahaya dibanding dua ekor serigala lapar yang berada di kerumunan kambing yang telah ditinggal pergi penggembalanya”.

Seorang penyair juga mengatakan, “Jika kamu mengikuti hawa nafsu, ia akan membawamu pada segala sesuatu yang menjadi objek isu atau bahan gosip”. Oleh kerana itu, kami berharap kepada saudara-saudara muslim dan ulama yang taat agar mengikuti jejak para sahabat, imam-imam, dan ulama yang telah diberkahi oleh Allah, dan berdoa semoga Allah meridhai mereka dan kita semua berkat mereka dalam hal ini.

Demikian apa yang ditulis Kiai Hasyim Asy’ari Rahimahullah Ta’ala pada Senin, 20 Syawwal 1360 H (10 November 1941 M) di rumah beliau Pesantren Tebuireng Jombang.

Wallahu a’lam. Wal hamdulillah.

(‏المرء مع من أحب.)

Sumber: FB Hizbun AnNabi wa AaliBaitihi wa Ashabihi

Post Terkait

Dampak Maksiat
27 Feb 2025

Dampak Maksiat

0 Komentar

KELUAR