Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

List Ulasan Kitab Tasawwuf dan Akhlak (1)

List Ulasan Kitab Tasawwuf dan Akhlak (1)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, penulis diberikan kesempatan dan waktu luang untuk belajar begitu banyak ragam khazanah keilmuan Islam, melalui buku/kitab dan majelis ilmu, serta kegigihan dalam meraih sanadnya. Alhamdulillah, diantara sekian banyak kitab yang pernah penulis pelajari dan majelis ilmu yang pernah penulis ikuti, dua cabang ilmu yang menarik perhatian penulis tersebut adalah Bidang Ilmu Tasawwuf dan Akhlaq.

Tasawwuf dan Akhlaq adalah dua khazanah keilmuan Islam yang saling melengkapi. Tasawuf dalam Islam adalah sebuah cabang ilmu yang mendalami cara seseorang menyucikan jiwa, menjernihkan akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam praktiknya, tasawuf mengajarkan bagaimana cara untuk hidup lebih dekat dengan Tuhan, baik melalui ibadah formal maupun melalui penyucian hati dan pikiran.

Secara sederhana, tasawuf dapat diartikan sebagai: Pertama, Perjalanan spiritual, yaitu suatu Proses untuk mencapai kesempurnaan rohani dan menyatu dengan Tuhan. Kedua, Ilmu tentang hati, yaitu pemahaman bahwa Tasawwuf adalah cabang ilmu dalam Islam yang mempelajari cara mengendalikan nafsu, membersihkan hati dari kotoran dosa, dan mencapai ketenangan batin. Ketiga, Cara hidup. Gaya hidup yang sederhana, zuhud (menjauhi duniawi), dan fokus pada ibadah serta pengembangan spiritual.

Tujuan utama tasawuf adalah Mencapai makrifat, menyempurnakan akhlak, dan meraih kebahagiaan sejati, yaitu suatu kebahagiaan yang berasal dari kedekatan dengan Tuhan dan ketenangan hati. Itulah sebabnya dalam kenyataannya kita dapati Ciri-ciri orang yang menekuni tasawuf dan memiliki akhlaqul karimah adalah: Zuhud (Tidak terlalu terikat dengan duniawi dan lebih fokus pada urusan akhirat), Wara’  (Menjauhi segala sesuatu yang dapat merusak keimanan dan ketaatan), Sabar (Mampu menghadapi segala cobaan dengan hati yang lapang), Syukur (Selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT), Tawakal (Berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT), dan Ikhlas (Melakukan segala sesuatu hanya karena Allah SWT).

Apa perbedaan Tasawuf dengan Fiqih? Ya, kalau Fiqih lebih fokus pada hukum-hukum syariat Islam dan tata cara ibadah, sedang Tasawuf lebih fokus pada penyucian hati dan pengembangan spiritual. Perlu diingat bahwa: Pertama,  Tasawuf adalah bagian dari Islam. Tidak ada pertentangan antara tasawuf dengan ajaran Islam lainnya. Kedua, Tasawuf bukan hanya untuk orang tertentu: Semua muslim dapat mempelajari dan mengamalkan tasawuf. Ketiga, Tasawuf membutuhkan bimbingan. Sebaiknya belajar tasawuf dengan seorang guru yang berkompeten.

Tasawuf adalah ilmu yang sangat penting dalam Islam karena mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang lebih baik (berakhlaqul karimah) dan lebih dekat dengan Allah SWT. Dengan mengamalkan ajaran tasawuf, kita dapat meraih kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat.

Berikut ini beberapa Kitab Tasawwuf dan Akhlaq (Bagian 1) yang penting untuk dipelajari:

1. Kitab Akhlaq Lil Banat – Djuz 1

2. Kitab Akhlaq Lil Banat – Djuz 2

3. Kitab Akhlaq Lil Banat – Djuz 3

4. Kitab Akhlaq Lil Banin – Djuz 1

5. Kitab Akhlaq Lil Banin – Djuz 2

6. Kitab Akhlaq Lil Banin – Djuz 3

7. Kitab Akhlaq Lil Banin – Djuz 4

8. Kitab Adabud Dunya Wad Din

9. Kitab Adabul Alim Wal Mutaallim

10. Kitab Adabul Insan Fil Islam

11. Kitab  Adabul Islam Fi Nidhomil Usroh

12. Kitab Adabul Muridin

13. Kitab Adabu Sulukil Murid

14. Kitab Adzkiya Ibnul Jauzi

15. Kitab Ad Dakwah At Tammah

16. Kitab Alala

17. Kitab Al-Anwarul Muhammadiyah

18. Kitab Al-Anwarul Qudsiyah

19. Kitab Al-Hikam

20. Kitab At-Tadzkirah Bi Ahwalil Mauta Wa Umuril Akhirah

Demikianlah catatan pertama ini, yang berisi 20 list Kitab Tasawwuf dan Akhlaq, dituliskan sebagai satu bahan pembelajaran yang tiada henti dan akan terus dipelajari dan dimatangkan. Semoga catatan pertama ini dapat terus dilanjutkan ke bagian kedua, dan bagian-bagian selanjutnya.

Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pembelajar Khazanah Keilmuan Islam.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR