
Penyerahan Hadiah Lomba Fashion Show Santriwati. (foto: ist/*)
Related Post: Meraih Ijazah Sanad Kitab Aqidah Syarhus Sunnah Imam Muzaniy, Aqidah Thahawiyah dan Al-Ushul Sittah
BLOGGURU – Seringkali kita mendengar istilah “Thogut” yang dimaknai sebagai “sesembahan”, paham, ‘tuhan’ yang dijadikan pegangan, idola, tuntunan serta dasar acuan hidup. Sebenarnya apa sih pengertian “Thogut” itu, contohnya dan apa dasar atau dalil pelarangannya?
Dalam konteks Islam, Thogut (طغوت) merujuk pada sesuatu yang disembah atau dijadikan sebagai tuhan selain Allah SWT. Istilah ini mencakup:
Makna Umum
1. Berhala atau patung yang disembah.
2. Pemimpin atau penguasa yang zalim dan tidak adil.
3. Sistem atau ideologi yang bertentangan dengan ajaran Islam.
4. Seseorang yang mengklaim dirinya sebagai tuhan atau memiliki kekuasaan ilahi.
Dalam Al-Qur’an
1. Surat Al-Baqarah (2): 256-257, menyebutkan tentang Thogut sebagai sesuatu yang disembah selain Allah.
2. Surat Al-A’raf (7): 191-195, menjelaskan tentang Thogut sebagai berhala.
3. Surat Al-Anbiya’ (21): 22, menyebutkan tentang Thogut sebagai sesuatu yang tidak berhak disembah.
Dalam Hadits
1. Hadits Riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidak ada seorang pun yang masuk surga karena amalnya, kecuali dengan rahmat Allah, dan tidak ada seorang pun yang masuk neraka karena amalnya, kecuali karena Thogut.”
2. Hadits Riwayat Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Thogut adalah apa saja yang disembah selain Allah.”
Contoh Thogut Modern
1. Ideologi komunisme dan ateisme.
2. Sistem pemerintahan yang otoriter dan zalim.
3. Penyembahan harta, kekuasaan, dan kesenangan duniawi.
4. Okultisme dan penyembahan setan.
Larangan Beribadah kepada Thogut
1. Surat Al-Baqarah (2): 22, melarang menyembah Thogut.
2. Surat Al-A’raf (7): 173-177, menjelaskan akibat menyembah Thogut.
3. Surat Al-Mu’minun (23): 24, melarang mengikuti Thogut.
Sumber:
1. Al-Qur’an dan Tafsirnya.
2. Hadits Shahih Bukhari dan Muslim.
3. Kitab “Tafsir Ibnu Katsir”.
4. Ensiklopedia Islam (Encyclopedia of Islam).