
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri bagi penulis, bahwa ditengah kesibukan mengikuti perkuliahan S2 Non Reguler Program Dirasah Islamiyah Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam, masih diberikan kesehatan dan kesempatan mengikuti rangkaian Mappalili Arajang Segeri 2025.
Tradisi Mappalili merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Bugis, khususnya di wilayah Segeri, Kabupaten Pangkep, yang dilakukan sebagai tanda dimulainya musim tanam padi. Upacara ini sarat dengan nilai-nilai religius, sosial, dan ekologis. Kegiatan Mappalili bukan sekadar ritual turun ke sawah, tetapi juga simbol syukur, kebersamaan, dan penghormatan terhadap alam serta leluhur. Kegiatan Mappalili Arajang Segeri 2025 dirancang sebagai ritual adat sekaligus sebagai wadah edukasi, pameran seni, dan promosi potensi lokal yang melibatkan masyarakat, pelaku budaya, serta generasi muda.
Tema kegiatan Mappalili Arajang Segeri 2025 ini adalah, “Merawat Tradisi, Menyemai Budaya, Menuai Harmoni”, sedangkan tujuan yang dirumuskan adalah sebagai berikut:
1. Melestarikan dan memperkenalkan kembali tradisi Mappalili sebagai warisan budaya Bugis.
2. Menguatkan nilai gotong royong, spiritualitas, dan penghormatan terhadap ala
3. Mengembangkan potensi seni dan budaya lokal Segeri.
4. Menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga tradisi.
5. Menjadi daya tarik wisata budaya Kabupaten Pangkep.
Pelaksanaan Rangkaian Mappalili Arajang Segeri 2025 akan berlangsung selama 5 hari (8–12 November) 2025 dengan pusat kegiatan di Rumah Adat/Bola Arajang Bissu Segeri, Aula Kantor Camat Segeri Kabupaten Pangkep.
Adapun Bentuk-bentuk Kegiatan Mappalili tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pentas Shalawat
2. Pementasan Seni Tradisional/Pameran Senjata Pusaka (Badik)
3. Kemah Budaya dan Workshop
4. Mallekka Wae/Mallekka Labulalle
5. Tudang Penni/Sere’ Bissu Maggiri’ (Malam Pertama)
6. Tudang Penni/Sere’ Bissu Maggiri (Malam Kedua)
7. Tradisi Ma’jorie dan Mappatittie’
8. Evaluasi dan Pembubaran Panitia
Demikianlah sedikit catatan terkait kegiatan Mappalili Arajang Segeri 2025 yang penulis ikuti sebagai bentuk kebersamaan dan kontribusi sebagai pemerhati budaya Kabupaten Pangkep. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
Bontomatene, Segeri, 12 November 2025
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.