Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Mendesain Logo Untuk Komunitas Bissu Segeri Pangkep

Mendesain Logo Untuk Komunitas Bissu Segeri Pangkep

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Menindaklanjuti Rapat Perdana – Rencana Pesta Budaya Mappalili Arajang Segeri 2025 yang diinisiasi oleh Aji Bissu Eka pada Rabu siang (15/10/2025) di Hotspot Center dalam lingkungan Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, maka hari ini Kamis (16/10/2025), penulis berinisiatif untuk mendesainkan logo bagi Komunitas Bissu Segeri Pangkep sekaligus nantinya dipakai sebagai logo kegiatan pada Mappalili Arajang Segeri 2025.

Apa dan bagaimana itu Komunitas Bissu Segeri Pangkep? Secara singkat dapat dikatakan bahwa Komunitas Bissu adalah pelestari tradisi dan budaya leluhur Bugis, yang pada masa kerajaan pra-Islam, Bissu dalam istana bertindak sebagai penasehat spiritual kerajaan dan pelaksanaan upacara adat. Salah satu upacara adat yang setiap tahun dilaksanakan adalah upacara adat turun sawah, sebagai penanda awal musim tanam padi. Upacara Adat Mappalili di Segeri ini mensyaratkan Bissu sebagai Pelaksana dan menjadi bagian penting yang tak terpisahkan dari Pelaksanaan Mappalili Arajang Segeri tersebut.

Karena untuk kepentingan Bissu dan Penyelenggaraan Mappalili Arajang Segeri tersebutlah, penulis berinisiatif mendesainkan Logo untuk Komunitas Bissu Segeri Pangkep, dan hasilnya adalah sebagai berikut:

Logo Komunitas Bissu Segeri Pangkep karya Muhammad Farid Wajdi. (foto: ist/*)

Logo Komunitas Bissu Segeri Pangkep karya Muhammad Farid Wajdi. (foto: ist/*)

Dalam Logo Komunitas Bissu Segeri Pangkep ini, terdapat Foto Bissu senior yang sudah almarhum, Wa’ Matang, yang tampil maggiri’ (menusuk anggota badan dengan tappi’ atau keris) berada di depan rumah adat yang timpa laja’-nya bersusun tiga, sebagai simbol rumah adat tersebut adalah rumah yang diperuntukkan bagi bangsawan/keturunan bangsawan. “Beliau adalah Bissu yang bijaksana dan selalu menjaga tutur kata. Wa’Matang adalah Bissu yang selalu menasehati dan membimbing saya” ujar Bissu Eka. Rumah Pusaka (Bola Arajang) yang saat ini ditempati Komunitas Bissu/Lembaga Adat Segeri untuk menyimpang pusaka adalah juga rumah dengan timpa’ laja bersusun tiga.

Di kiri kanan gambar/foto Bissu Wa’Matang terdapat gambar/simbol padi dan rakkala (alat pembajak sawah). Gambar Padi sebagai simbol kemakmuran, bahwa hasil panen (padi) yang melimpah hanya dapat diraih jika diserta dengan kerja keras (simbol rakkala’).  Untuk mendapatkan keberkahan dari kerja keras dan hasil panen yang melimpah, maka setiap petani dan masyarakat pendukungnya harus selalu menegaskan dirinya kepada Sang Maha Pencipta disertai ketulusan hati dan dada yang lapang menerima takdir (Lingkaran Hitam dan Putih).

Demikianlah Pemaknaan Penulis sebagai Pencipta/Pendesain dari Logo Komunitas Bissu Segeri Pangkep. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, juga adalah Ketua I Dewan Kesenian dan Pemajuan Kebudayaan (DKPK) Kabupaten Pangkep.

KELUAR