Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Catatan Kuliah S2 Non Reguler (7): Studi Naskah Sejarah

Catatan Kuliah S2 Non Reguler (7): Studi Naskah Sejarah

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Terjemah Nurul Yaqin (2): Perkawinan ‘Abdullah dengan Siri Aminah dan Masa Mengandungnya Siti Aminah

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, perkuliahan “Studi Naskah Sejarah” pada hari ini, Jumat malam (10/4/2026) akhirnya membedah kitab “Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin” dengan dosen pengampu, Prof Dr Hasaruddin, M.Ag.

Urutan Tampil Presentasi Membaca dan Menerjemahkan Kitab “Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin” adalah sebagai berikut: 1. Tuti Wahyuni, 2. Indah Sari Dewi, 3. Abdul Muthalib, 4. Arjung Marendeng, 5. Syahdino Sahdana, dan 6. Muhammad Farid Wajdi. Sebelumnya tugas tersebut, dari halaman (hal. 15-16) yang diterjemahkan harus ditulis dengan tulis tangan. Sdri Tuti Wahyuni kemudian diminta membaca dan menerjemahkan Kitab “Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin”, dan setelah diberikan pengantar singkat oleh Prof Dr Hasaruddin, M.Ag, semua teman kemudian diberikan kesempatan bertanya dan menanggapi pembacaan kitab tersebut.

Presentasi Tuti Wahyuni dari salinan Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. (foto: ist/*)

Presentasi Tuti Wahyuni dari salinan Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. (foto: ist/*)

Salah satu hal yang menarik dan menjadi tanggapan penulis kepada Sdri Tuti Wahyuni sebagai pemateri dan kemudian mempertanyakannya pula kepada dosen pengampu, yaitu terkait Hubungan kekerabatan antara Aminah binti Wahab (ibu Nabi Muhammad SAW) dan Abdullah bin Abdul Muthalib (ayah Nabi Muhammad SAW) memang bertemu pada satu kakek moyang yang sama, yaitu Kilab bin Murrah. Namun, dalam istilah silsilah (nasab), mereka tidak disebut sebagai sepupu dekat (anak dari paman/bibi langsung), melainkan kerabat jauh yang berasal dari kabilah yang berbeda namun masih dalam rumpun besar suku Quraisy.

Berikut adalah rincian silsilahnya untuk memperjelas titik temu keduanya: Pertama, Dari Garis Nasab Ayah (Abdullah). Abdullah berasal dari keluarga Bani Hashim. Nasabnya: Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hashim bin Abd Manaf bin Kilab bin Murrah. Kedua, Dari Garis Nasab Ibu (Aminah). Aminah berasal dari keluarga Bani Zuhrah. Nasabnya: Aminah binti Wahab bin Abd Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah. Nah, dari sini, kita bisa melihat titik temunya, yaitu pada garis ayah, Kilab adalah kakek buyut ketiga (hitungannya: Abdul Muthalib (1), Hashim (2), Abd Manaf (3), Kilab (4), sedang dari garis ibu, Kilab adalah kakek buyut kedua (hitungannya: Wahab (1), Abd Manaf (2), Zuhrah (3), Kilab (4).

Jadi, Aminah dan Abdullah adalah kerabat jauh. Secara teknis dalam silsilah Arab, mereka bertemu di kakek yang bernama Kilab bin Murrah. Pertemuan ini sangat penting dalam sejarah Quraisy karena menyatukan dua kabilah mulia, yaitu Bani Hashim dan Bani Zuhrah, yang merupakan dua cabang utama yang memegang kehormatan di Mekkah pada masa itu. Meski begitu, bahwa meskipun berasal dari garis nasab yang sama, hubungan mereka lebih tepat disebut sebagai kerabat satu kabilah besar (Quraisy) daripada “sepupu” dalam pengertian modern yang merujuk pada hubungan keluarga inti.

Demikian catatan singkat ini sebai pengingat kegiatan akademik yang telah diikuti. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene-Pangkep, 10 April 2026

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

KELUAR