Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Catatan Kuliah S2 Non Reguler (32): Historiografi Islam dan Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia

Catatan Kuliah S2 Non Reguler (32): Historiografi Islam dan Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, penulis hari ini, Sabtu (13/6/2026) masih diberikan nikmat kesehatan, kesempatan dan waktu luang dalam berjihad menuntut ilmu, memperluas khazanah pemahaman Sejarah Peradaban Islam (SPI). Hari ini, Sabtu (13/6/2026) penulis mengikuti tiga kuliah dari dosen pengampu kedua di Semester 2 Studi Program Pascasarjana (S2) Program Dirasah Islamiyah Konsentrasi SPI di UIN Alauddin Makassar ini, yaitu Kuliah Historiografi Islam yang dibawakan oleh Dr Dewi Anggariani, M.Si  dan Kuliah Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia (SPNI) yang dibawakan oleh Prof Dr Syamzan Syukur, M.Ag.

Pada perkuliahan Historiografi Islam Dr Dewi Anggariani, sesuai jadwal yang ditentukan dimulai Pukul 13.00 WITA dengan pembahasan mengenai “Historiografi Islam Abad ke-VIII H”. Mahasiswa S2 yang presentasi adalah Sdri Tuti Wahyuni. Selengkapnya rekaman perkuliahan dimaksud dapat diakses pada link Channel Youtube berikut ini:

Sementara itu, pada perkuliahan Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia (SPNI) sesuai jadwal yang telah ditentukan dimulai tepat waktu pada Pukul 16.00 WITA.  Dosen Prof Dr Syamzan Syukur membukanya terlebih dahulu dan selanjutnya presentasi makalah membahas “Partai Nasional Indonesia” dibawakan oleh penulis sendiri. Selengkapnya rekaman perkuliahan dimaksud dapat diakses pada link Channel Youtube berikut ini:

Demikian catatan singkat perkuliahan dengan rekamannya ini. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene-Pangkep, Sabtu, 13 Juni 2026

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

KELUAR