Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Belajar Jurnalisme Televisi di TVRI Sulsel

Belajar Jurnalisme Televisi di TVRI Sulsel

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Field Trip Putri IMMIM Kunjungi Naval Museum, RRI, TVRI dan Fajar

BLOGGURU – Usai menyambangi ruang penyiaran dan pemberitaan di Kantor RRI Makassar, perjalanan karya wisata, Field Trip 2023, Senin (18/12/2023) kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Kantor TVRI Sulawesi Selatan yang berada di bilangan Jl. Pajonga Daeng Ngalle No.14, Mario, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90122.

Sebagaimana halnya dengan Kunjungan ke RRI Makassar, kunjungan santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep ke TVRI Sulsel ini juga adalah kali kedua, setelah Field Trip 2022, setahun lalu. Sebanyak 26 santriwati Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep antusias menyimak tentang jurnalisme televisi dari Kru TVRI Sulsel yang menjelaskan di Studio 1 dan Studio 2 tentang alur pemberitaan , pengambilan gambar, proses editing, sampai naik tayang di televisi.

Pada prinsipnya semua bentuk kegiatan jurnalisme sekarang mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang sangat dinamis, apapun medianya, baik itu radio, televisi maupun koran. Kesemua media mainstream tersebut melebur menjadi satu dengan penayangan berita online, secara real-time dan serba cepat, karena kekhawatiran akan ditinggalkan oleh pembaca atau pendengar. Di kekinian, semua orang saat ini sudah memiliki media dalam genggamannya masing-masing, yaitu gadget atau smartphone, dan setiap orang memiliki banyak pilihan dalam menentukan atau memilih sendiri media, termasuk media sosial yang diminatinya, yang telah pula menjadi media mainstream.

Model dan cara pemberitaan hampir semua media mainstream itu berubah, yang tak berubah adalah prinsip dasar penulisan berita yang tetap harus menjawab pertanyaan dasar: 5 W + 1 H. Inilah yang harus dicermati dan tetap dikuasai oleh pembelajar jurnalistik. Setiap pelajar, siswi atau santri harus menguasai prinsip dasar penulisan berita ini. Sebab jika tidak, maka suatu informasi dapat dinilai hoax atau berita bohong dan medianyapun lama kelamaan akan dicap sebagai media hoax atau media pembohong.

Demikian catatan singkat ini sebagai pengingat kegiatan yang telah dilaksanakan. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

 

Berikut ini beberapa tulisan/artikel penulis tentang Dunia Jurnalistik dan dinamikanya:

Menulis: Kebutuhan untuk Berkembang

Amanah Waktu bagi Wartawan

Berharap Lebih Banyak Berita dari Jurnalis Warga

Tips dan Trik Menentukan Judul Berita dengan Efektif

Tips Ngeblog saat Tidak Tahu harus Nulis Apa?

Dari Foto ke Tulisan

Persekongkolan Media Mainstream Memusuhi Ulama dan Umat Islam

Inilah Tipe “Wartawan Angpao” dan Cara Menghadapinya

Mengenal PUEBI sebagai Pondasi Tulisan

Palsu dan Pemalsuan

KELUAR