
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, setelah mengikuti beberapa webinar pendidikan yang diselenggarakan oleh Jaringan Sekolah Digital Indonesia (JSDI), penulis akhirnya memantapkan diri untuk masuk menjadi anggota (member) dari JSDI tersebut. Apa dan bagaimana itu JSDI? Jaringan Sekolah Digital Indonesia (JSDI) adalah sebuah organisasi profesi atau perkumpulan yang berfokus pada akselerasi transformasi digital di dunia pendidikan Indonesia. Organisasi ini mewadahi para pendidik, tenaga kependidikan, dan penggiat pendidikan yang memiliki visi untuk memodernisasi sekolah melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Apa dan bagaimana JSDI bergerak? JSDI hadir sebagai jembatan antara pesatnya perkembangan teknologi dengan kebutuhan praktis di ruang kelas. Visi utamanya adalah Mewujudkan ekosistem digital di sekolah-sekolah Indonesia agar mampu bersaing di era industri 4.0 dan kini JSDI telah memiliki struktur organisasi dari tingkat pusat (Nasional) hingga daerah (Wilayah/Provinsi dan Daerah/Kabupaten/Kota). Fokus JSDI tidak hanya soal infrastruktur (komputer/internet), tapi lebih kepada literasi digital dan kualitas SDM (guru dan siswa).
Bagaimana JSDI Menjalankan Programnya? JSDI bekerja melalui beberapa pilar aksi untuk memastikan digitalisasi tidak hanya menjadi jargon, tapi benar-benar diterapkan, khususnya dalam kegiatan: (1) Peningkatan Kompetensi Guru. JSDI rutin mengadakan pelatihan (workshop/webinar) mengenai penggunaan alat-alat digital seperti: Optimalisasi platform pembelajaran (Google Workspace for Education, Microsoft 365), Pembuatan konten pembelajaran berbasis video dan AI, dan Pemanfaatan Learning Management System (LMS). (2) Literasi Digital Sekolah. JSDI membantu sekolah dalam menyusun kurikulum atau metode pengajaran yang mengintegrasikan teknologi, sehingga siswa tidak hanya jadi konsumen konten, tapi juga pencipta konten yang positif.. (3) Kolaborasi Strategis. JSDI sering bekerja sama dengan pemerintah (Kemendikbudristek) dan perusahaan teknologi global (seperti Google, Microsoft, atau Canva) untuk memberikan akses fitur premium atau pelatihan bersertifikat bagi anggotanya, dan (4) Advokasi & Pendampingan. JSDI membantu sekolah-sekolah yang masih “gagap teknologi” atau berada di daerah untuk mulai menerapkan sistem administrasi dan pengajaran digital secara bertahap.
Mengapa JSDI Penting bagi Pendidik? Selengkapnya dapat dilihat pada Tabel berikut ini:
JSDI sangat aktif di level daerah. Biasanya, kegiatan JSDI digerakkan oleh para pengurus daerah yang sangat militan dalam membantu sesama guru untuk melek digital. Secara resmi penulis mendaftarkan diri menjadi anggota JSDI dan menerima kartu anggota terhitung sejak hari Ahad, 9 Mei 2021. Lihat disini:

KA JSDI_Muhammad Farid Wajdi
Sebelumnya, penulis telah beberapa kali mengikuti webinar/pelatihan online yang diselenggarakan oleh JSDI, yaitu sebagai berikut:
– Webinar dan Workshop Parade Pendidikan Literasi Digital dalam rangka memperingati Hardiknas 2021 bertema, “Kebijakan dan Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Workshop “Digital Learning dengan Smart App Creator (SAC) 3.0” yang diselenggarakan oleh JSDI Jeneponto, 25 Mei 2025. Lihat sertifikatnya disini: MUHAMMAD FARID WAJDI, S.H.I., M.M. – SMAS PONPES MODERN PUTRI IMMIM MINASATENE PANGKEP – Sertifikat JSDI Jeneponto
– Webinar JSDI-EPSON 2021 via Zoom Meeting, Pukul 13.00 – 16.00 WIB, JSDI Kalimantan Tengah.
– Webinar kerjasama JSDI Kepulauan Riau dengan PT. Epson Indonesia, “Impelementasi Key Performance Indicator di Sekolah”, 29 September 2021. Lihat sertifikatnya disini: sertifikat JSDI Kepri_Muhammad Farid Wajdi
Demikian catatan singkat ini sebagai pengingat kegiatan yang telah diikuti dan bermanfaat bagi keberlangsungan jaringan dunia pendidikan dimana penulis berkecimpung didalamnya. Barakallahu fiikum. (*)
Minasatene-Pangkep, 29 September 2021
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel