
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: 7 Destinasi Wisata Sejarah Sulsel Rekomendasi Palontaraq
BLOGGURU – Dalam perjalanan karya wisata Field Trip 2023, Senin (18/12/2023) untuk Santriwati Kelas X Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep, destinasi ketiganya adalah Fort Rotterdam Makassar, atau bagi masyarakat lokal lebih familiar dengan sebutan “Benteng Jumpandang” atau “Benteng Pannyua”, sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo atau Kerajaan Makassar yang letaknya berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Benteng Jumpandang ini awalnya dibangun pada Tahun 1545 oleh Raja Gowa IX, Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi’ Kallonna, lalu sebagai dampak dari kekalahan Makassar dalam Perang Makassar, benteng ini kemudian diserahkan kepada VOC Belanda di bawah Perjanjian Bungaya 1667 untuk diduduki. Benteng ini memiliki enam bastion dan dikelilingi oleh dinding setinggi tujuh meter dan parit sedalam dua meter. Benteng ini kemudian digunakan oleh Belanda sebagai pusat penampungan rempah-rempah di nusantara bagian timur, sekaligus sebagai markas militer dan pusat pemerintahan Belanda hingga tahun 1930-an.
Benteng Jumpandang ini dinamai juga Benteng Rotterdam, merujuk kepada daerah asal kelahiran Cornelis Speelman, pemimpin pasukan Belanda yang bersekutu dengan Arung Palakka dalam Perang Makassar melawan Sultan Hasanuddin, Raja Makassar ketika itu, yaitu dalam 1667 sebagai bagian dari Perjanjian Bungaya. Pada tahun 1673–1679, lima bastion benteng ini memiliki bentuk seperti penyu dan bentuk itu bertahan hingga kini, oleh karena itu benteng ini diberi julukan “Benteng Pannyua” (Pannyua berarti Penyu, disebut demikian karena secara keseluruhan kompleks benteng menyerupai bentuk penyu yang sedang merangkak ke arah laut).
Saat memasuki kompleks benteng Rotterdam, setiap pengunjung atau pimpinan rombongan diharapkan melapor ke bagian sekuriti. Di Pos masuk benteng tersebut, penulis mencatatkan jadwal kunjungan, jumlah rombongan (26 santriwati dan 2 guru pendamping) yang dibawa, asal daerah, maksud dan tujuan kunjungan, serta menuliskan kesan-pesan. Tak lupa penulis menitipkan uang masuk seikhlasnya untuk pengelolaan dan kebersihan kompleks museum.
Foto Penulis di Gedung D dalam Kompleks Fort Rotterdam, Senin (18/12/2023).
Dalam kompleks Fort Rotterdam, penulis mengarahkan santriwati agar berpencar melihat-lihat, melakukan pencatatan dan perekaman kunjungan. Tak lupa merekomendasikan agar memasuki Museum La Galigo agar lebih mendapatkan pemahaman tentang Sejarah dan Kebudayaan Sulawesi Selatan. Banyak hal tentunya yang dapat dipelajari dari masih eksisnya salah satu peninggalan sejarah Kerajaan Makassar ini. Biasanya selain kunjungan ke Fort Rotterdam ini, penulis merekomendasikan pula untuk dikunjungi adalah Museum Kota Makassar, Museum Balla Lompoa di Sungguminasa, Kompleks Makam Raja-raja Gowa di Tamalate dan Kompleks Benteng Sombaopu di Gowa.
Karena keterbatasan waktu untuk mengunjungi semuanya, maka setelah dirasa cukup puas mengakrabi Benteng Rotterdam, penulis bersama rombongan bergerak ke arah Pantai Losari, yang kini sudah berubah bentuk menjadi Tanjung, sejak digiatkannya pembangunan reklamasi losari dan sekitarnya. Dalam perjalanan karya wisata atau wisata sejarah, paling tepat memang rombongan diarahkan ke Losari, selain untuk menunaikan shalat, makan siang, juga peserta dapat melakukan pencatatan atau pengenalan terhadap tokoh-tokoh sejarah yang dibangun patung setengah badannya di depan Masjid Amirul Mukminin.
Berikut ini beberapa tulisan/artikel tentang Fort Rotterdam dan hal-hal terkait:
Explore the History of Makassar in Fort Rotterdam
Fort Rotterdam dari Masa ke Masa
Menelusuri Sejarah Makassar di Fort Rotterdam
Benteng Rotterdam dan Permasalahannya
Asal Usul Perubahan Nama Makassar dan Ujungpandang
Demikian catatan singkat ini, semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru dan Penulis, kerap menggunakan nama pena: Etta Adil/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.
Beberapa tulisan/artikel terkait:
Mau Studi Wisata Sejarah Makassar, Baca Dulu ini!
Santri Putri IMMIM Praktek Jurnalistik di Acara MIWF, Fort Rotterdam
30 Spot Wisata Alam, Sejarah dan Budaya di Kota Makassar
Dalam Sehari, Putri IMMIM Kunjungi 4 Museum
Masih SMP, Putri IMMIM Sudah Mahir Bawakan Tari 4 Etnis Sulsel
Putri IMMIM Wisata Sejarah ke Makassar-Gowa
Cagar Budaya Indonesia: Rawat atau Musnah?
Ruang Tahanan dan Makam Pangeran Diponegoro di Makassar
Wisata Sejarah ke Benteng Sombaopu
