
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Traveling hemat ala Etta Adil
BLOGGURU – Alhamdulillah, Ujian Semester Ganjil, baik untuk Mapel Umum (4-9/12/2023) maupun Mapel Kepesantrenan (11-14/12/2023) telah usai dilaksanakan. Diklatsar PMR yang diikuti 115 santriwati dalam lingkungan Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep juga telah usai dilaksanakan. Hari Senin kemarin (18/12/2023), penulis mendampingi santriwati Kelas X dan 3 santriwati Kelas XI dalam Field Trip 2023 dengan tujuan kunjungan: Pusat Informasi Geologi (PIG) Pangkep-Maros, Museum Kota Makassar, Fort Rotterdam, Pantai/Tanjung Losari, RRI Makassar, TVRI Sulsel, dan Kantor Redaksi Harian Tribun Timur.
Mengapa mesti destinasi pertamanya adalah Pusat Informasi Geologi (PIG) Pangkep-Maros? Ya, tentu sebagai penyegaran terhadap beberapa materi pelajaran yang telah didapatkan di kelas. Berkunjung ke PIG Pangkep-Maros berarti menghubungkan pemahaman yang telah didapatkan di kelas dengan pengalaman melihat langsung berbagai bentuk rupa bumi, jenis bebatuan, bentuk dan fungsi geopark/kawasan karst, potensi pergeseran lempeng bumi dan pembentukan pulau-pulau kecil, dan lain sebagainya. Sajian materi dan isi PIG ini terkait tentunya dengan beberapa materi pelajaran, seperti IPA Terpadu (Biologi, Fisika dan Kimia), Geografi, Ilmu Bumi atau Geologi, dan lain sebagainya.
Sajian materi dan isi PIG ini juga masih sekaitan sebenarnya dengan kunjungan rekreasi santriwati ke situs/Leang Prasejarah, Leang Kassi. Selain memahamkan santriwati tentang Pangkep dan wilayahnya, daerah dimana santriwati menuntut ilmu dan menempa pengalaman hidup, juga memahamkan pengetahuan kesejarahan, sosial ekonomi dan budaya masyarakat setempat. Bahwa Pangkep adalah “daerah tua” yang menyimpan banyak situs prasejarah di wilayahnya, kultur masyarakatnya hidup di daerah berkarakter “tiga dimensi” (laut/kepulauan, dataran rendah, dan pegunungan), serta untuk memperluas cakrawala pandang santriwati dalam melihat realitas sosial dan pengetahuan alam di sekitarnya.
Kehadiran PIG Pangkep-Maros ini dalam lingkungan Rumah Jabatan Bupati Pangkep terkait dengan telah ditetapkannya wilayah karst Pangkep-Maros sebagai kawasan geopark yang menjadi world heritage. Dalam kawasan ini, kawasan karst Bantimurung-Bulusaraung tersimpan begitu banyak keanekaragaman hayati, flora dan fauna yang unik serta bentukan rupa bumi yang eksotis. Tak hanya ada keindahan alam yang mempesona, tapi juga kaya akan beragam mineral tambang. Itulah sebabnya di kawasan ini berdiri dua Pabrik Semen terbesar di kawasan timur Indonesia, yaitu Pabrik Semen Tonasa di Pangkep dan Pabrik Semen Bosowa di Maros, serta puluhan perusahaan tambang marmer.
Bagi sekolah, madrasah atau Pondok Pesantren yang menginginkan berkunjung dan belajar di Pusat Informasi Geologi (PIG) Pangkep-Maros, maka dipersyaratkan untuk berkirim surat ke Kepala Dinas Pariwisata Pangkep dan dikenakan tiket masuk Rp.5000,- per siswa/santri. (Lihat foto kegiatan di PIG: DISINI, Field Trip 2023).
Berikut ini beberapa tulisan, berita dan artikel yang pernah penulis posting terkait Kawasan Geopark Pangkep-Maros dan cakupan obyek wisata alam didalamnya.
Keindahan dan Nilai Sejarah Budaya Kawasan Karst Maros-Pangkep
Berwisata ke Taman Batu Karst Balocci
Pesona Karst dan Wisata Sungai di Rammang-rammang
Menikmati Wisata Alam “Bantimurung”
Membanting Kemurungan di Bantimurung
Berwisata ke Gua Prasejarah: Leang Kassi
Jalan-jalan ke Situs Prasejarah Leang Lompoa
Menikmati Kesejukan Leang Lonrong di Panaikang
‘World Heritage’ yang Menyimpan Potensi Konflik
Wisata Alam Baruttung, Tetap Memesona meski Diabaikan
Prehistoric Site of Leang Lompoa in Pangkep
40 Tahun Taman Nasional pertama di Indonesia
Putri IMMIM Belajar di Pusat Informasi Geologi Maros-Pangkep
Demikian catatan singkat ini sekadar sebagai pengingat kegiatan yang telah dilaksanakan. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, nama lain: Etta Adil, seorang guru, penulis dan traveler/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.
