Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Catatan Kuliah S2 Non Reguler (10): Studi Naskah Sejarah

Catatan Kuliah S2 Non Reguler (10): Studi Naskah Sejarah

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Mengenal Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, malam ini, Jumat malam, (17/4/2026), penulis masih sempat mengikuti kegiatan rutin kuliah S2 Non Reguler Studi Pascasarjana Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN Alauddin Makassar. Perkuliahan pada Pekan ketiga April 2026 ini, dimulai malam ini, Jumat malam (17/4/2026) dengan mata kuliah “Studi Naskah Sejarah” dengan dosen pengampu 1: Prof Dr Hasaruddin, M. Ag.

Sebagai kelanjutan dari perkuliahan pekan sebelumnya, kali ini yang mempresentasikan tugas membaca dan menerjemahkan Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin adalah Sdri Indah Sari Dewi. Adapun yang dibaca dan diterjemahkan dari Kitab Nurul Yaqin tersebut adalah Halaman 16-17, yaitu tentang Masa Penyusuan dan Peristiwa Pembedahan Dada Nabi SAW. Terkait hal ini penulis sebelumnya telah memposting terjemahan dari halaman dimaksud dan bisa dilihat disini: Terjemah Nurul Yaqin (3): Masa Penyusuan dan Peristiwa Pembedahan Dada Nabi SAW

Selengkapnya jalannya/rekaman perkuliahan pada dilihat pada channel video Youtube berikut ini:

Terkait Nubuat Nabi, dalam sesi tanya jawab, Prof Dr Hasaruddin, M.Ag mengungkap satu referensi/buku yang berjudul “Ramalan tentang Muhammad SAW dalam Kitab Suci Agama Zoroaster, Hindu, Buddha, dan Kristen”  karya Abdul Haq Vidyarthi dan Abdul Ahad Dawud (seorang mantan pendeta Katolik yang bernama asli Benjamin David). Salah satu edisinya diterbitkan oleh Hikmah (Mizan Group) pada tahun 2008. Buku ini membahas bukti-bukti atau “nubuat” (ramalan) mengenai kedatangan Nabi Muhammad SAW yang ditemukan dalam teks-teks suci agama selain Islam.

Menurut Prof Hasaruddin, buku ini menarik karena merupakan karya kolaborasi dari beberapa penulis terkemuka di bidang perbandingan agama, terutama dari perspektif cendekiawan Muslim yang meneliti naskah-naskah kuno. Buku ini (yang isinya sekitar 500 halaman) membagi pembahasannya ke dalam beberapa bagian besar berdasarkan kitab suci yang dianalisis, yaitu (1) Agama Zoroaster (Majusi): Menganalisis kitab Zend Avesta dan Dasatir. Penulis menunjukkan adanya istilah “Soeshyant” (Sang Penolong) atau “Astvat-ereta” yang merujuk pada karakter dengan ciri-ciri Nabi Muhammad SAW. (2) Agama Hindu. Membahas teks-teks dalam Veda (terutama Atharva Veda) dan Puranas. Salah satu poin yang populer adalah analisis mengenai sosok “Kalki Avatara” atau “Narashangsa” (Manusia yang Terpuji), yang dalam bahasa Arab berarti “Muhammad”. (3) Agama Buddha. Meneliti konsep “Maitreya” sebagai nabi atau pencerah yang akan datang setelah Buddha Gautama, dengan mencocokkan sifat-sifat Maitreya dengan sejarah hidup Nabi Muhammad SAW. (4) Agama Kristen. Berfokus pada istilah “Paracletos” (Sang Penolong) dalam Injil Yohanes, yang oleh penulis diinterpretasikan sebagai Periclytos (Yang Terpuji/Ahmad) dalam bahasa Yunani. Buku ini sering menjadi rujukan dalam diskusi perbandingan agama (comparative religion) di Indonesia karena metode pendekatannya yang bersifat tekstual, yakni mengutip langsung ayat atau sloka dari bahasa aslinya (Sanskerta, Ibrani, Yunani, atau Persia Kuno) kemudian diterjemahkan dan dianalisis secara etimologis.

Dari penulis menanggapi, terkait Alasan dan Hikmah Mengapa Masa Bayi Muhammad SAW disusui dan diasuh di pedalaman? Ya, penulis menanggapinya bahwa paling tidak ada 3 hikmah mengapa bayi Muhammad dibawa ke pedalaman Bani Sa’ad, terkait pemeliharaan kesehatan, bahasa, dan ketangguhan fisik. (selengkapnya bisa dilihat pada rekaman kuliah di Link Channel Youtube diatas)

Demikian catatan singkat penulis terhadap kegiatan akademik yang telah diikuti. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene-Pangkep, 17 April 2026

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

KELUAR