
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri penulis dapat mengikuti Majelis Sama’ wa Ijazah Matn Qasidah Nuniyah As-Sakkhawiy karya asy-Syaikh Alamuddin ‘Ali bin Muhammad As-Sakhawiy yang diselenggarakan oleh QASHRUL HUFFAZH IBNUL JAZARI dan Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an (PPTQ) DARUSSALAM AL-BUSYRO bersama AL-USTADZ ALMASYAH ABU AL-JAZARI حفظه الله
Siapa Ustadz al-Masyah Abu al-Jazari حفظه الله? Beliau Pewaris Sanad AL-QUR’AN Riwayat Hafsh an Ashim Thariq Syathibiyyah 28 Generasi antara beliau dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, Pewaris 3 Sanad Qira’at al-‘Asyr ash-Shugra al-Mutawatirah, Pewaris Sanad Matn Tuhfah Al-Athfal dari 8 jalur periwayatan, Pewaris Sanad Matn al-Muqaddimah al-Jazariyyah dari 5 jalur periwayatan, Pewaris Sanad Mutun Tajwid, Qira’at Rasm, dan lain -lain serta Pengasuh Ponpes Tahfizh Al-Qur’an Darussalam Rangkasbitung Lebak Banten.
Syukur Alhamdulillah, penulis mengikuti majelis sama’ yang dilaksanakan secara online via Zoom Meeting dan Youtube Private ini pada Hari Sabtu, 26 November 2022 Pukul 20.00 WIB s.d. selesai, dan selain mendapatkan E-Sertifikat keikutsertaan, juga mendapatkan Ijazah Sanad Samai’ Muttashil ke Mualif.
Mengapa penting untuk mengejar sanad keilmuan para ulama? Telah jelas pentingnya bersanad, sebagaimana disampaikan Abdullah bin Mubarak:
Artinya:
“Sanad itu bagian dari agama. Kalau lah tidak ada ilmu Isnad, pasti siapaun bisa berkata apa yang dia kehendaki.” [HR. Muslim]
Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.