
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, penulis mendapatkan anugerah ksehatan, kesempatan dan waktu luang untuk mengikuti Seminar Daring “Implementasi MBKM pada Prodi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok” yang diselenggarakan secara online oleh Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Hari ini, Sabtu, 22 Januari 2022.
Mengapa penulis mesti mengikuti Seminar Daring “Implementasi MBKM pada Prodi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok” FIB UNHAS? Ya, salah satunya dalah ketertarikan dengan Bahasa Mandarin dan Budaya Tiongkok. Seminar ini merupakan bagian dari upaya UNHAS dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Berikut adalah poin-poin penting mengenai konteks acara tersebut: (1) Adaptasi Kurikulum. Membahas bagaimana kurikulum Bahasa Mandarin yang biasanya bersifat teoritis dan linguistik dapat dikonversi ke dalam program MBKM seperti magang, pertukaran pelajar, atau proyek kemanusiaan. (2) Implementasi Praktis. Diskusi mengenai bentuk kegiatan luar kampus yang relevan bagi mahasiswa Sastra Mandarin, misalnya bekerja sama dengan perusahaan Tiongkok di Indonesia atau institusi pendidikan. (3) Tantangan Bahasa. Mengingat penguasaan bahasa memerlukan intensitas tinggi, seminar ini kemungkinan besar membahas bagaimana mahasiswa tetap bisa menjaga kemampuan bahasa sembari berkegiatan di luar kampus.
Struktur Umum MBKM di Prodi Bahasa
Program MBKM memungkinkan mahasiswa mengambil hak belajar tiga semester di luar program studi. Untuk prodi bahasa dan kebudayaan, skema yang sering diterapkan meliputi:
Minasatene-Pangkep, 22 Januari 2022
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.