Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Seminar Daring “Implementasi MBKM pada Prodi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok” FIB UNHAS

Seminar Daring "Implementasi MBKM pada Prodi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok" FIB UNHAS

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, penulis mendapatkan anugerah ksehatan, kesempatan dan waktu luang untuk mengikuti Seminar Daring “Implementasi MBKM pada Prodi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok” yang diselenggarakan secara online oleh Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Hari ini, Sabtu, 22 Januari 2022.

Mengapa penulis mesti mengikuti Seminar Daring “Implementasi MBKM pada Prodi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok” FIB UNHAS? Ya, salah satunya dalah ketertarikan dengan Bahasa Mandarin dan Budaya Tiongkok.  Seminar ini merupakan bagian dari upaya UNHAS dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Berikut adalah poin-poin penting mengenai konteks acara tersebut: (1) Adaptasi Kurikulum. Membahas bagaimana kurikulum Bahasa Mandarin yang biasanya bersifat teoritis dan linguistik dapat dikonversi ke dalam program MBKM seperti magang, pertukaran pelajar, atau proyek kemanusiaan. (2) Implementasi Praktis. Diskusi mengenai bentuk kegiatan luar kampus yang relevan bagi mahasiswa Sastra Mandarin, misalnya bekerja sama dengan perusahaan Tiongkok di Indonesia atau institusi pendidikan. (3) Tantangan Bahasa. Mengingat penguasaan bahasa memerlukan intensitas tinggi, seminar ini kemungkinan besar membahas bagaimana mahasiswa tetap bisa menjaga kemampuan bahasa sembari berkegiatan di luar kampus.

Struktur Umum MBKM di Prodi Bahasa

Program MBKM memungkinkan mahasiswa mengambil hak belajar tiga semester di luar program studi. Untuk prodi bahasa dan kebudayaan, skema yang sering diterapkan meliputi:

Bentuk Kegiatan Deskripsi Relevan
Pertukaran Pelajar Kuliah di universitas mitra di luar negeri (Tiongkok/Taiwan) atau dalam negeri.
Magang Bersertifikat Menjadi penerjemah, staf admin, atau interpreter di perusahaan multinasional.
Asistensi Mengajar Mengajar Bahasa Mandarin di tingkat sekolah dasar atau menengah.
Proyek Kemanusiaan Pendampingan komunitas atau literasi budaya.

Bagi UNHAS, sebagai salah satu universitas terbesar di Indonesia Timur, implementasi ini krusial untuk meningkatkan daya saing lulusan Mandarin di pasar kerja yang semakin kompetitif. Seminar Daring ini bertujuan untuk memantapkan kurikulum baru yang adaptif terhadap kebijakan Kemendikbudristek. Karena itu, dalam seminar daring ini, ditekankan beberapa poin krusial mengenai bagaimana mahasiswa Mandarin UNHAS menjalankan MBKM, yaitu terkait Penyesuaian mata kuliah inti (seperti Hanyu Tingli atau Yuedu) agar tetap terpenuhi meskipun mahasiswa berada di luar kampus, penjelasan bahwa kegiatan luar kampus (magang, pertukaran) dapat diakui setara dengan 20 SKS per semester, Penekanan pada kerja sama dengan Confucius Institute (Pusat Bahasa Mandarin) dan perusahaan-perusahaan Tiongkok di Sulawesi Selatan untuk wadah magang, serta target agar lulusan tidak hanya menguasai bahasa secara teori, tapi juga memiliki pengalaman profesional sebelum lulus.

Demikian beberapa poin catatan penting penulis saat mengikuti Seminar Daring “Implementasi MBKM pada Prodi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok” FIB UNHAS. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

Minasatene-Pangkep, 22 Januari 2022

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

KELUAR