Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Ciri-ciri Pemilik Sanad ‘Aliy

Ijazah Sanad. (foto: ist/blogguru)

Ijazah Sanad. (foto: ist/blogguru)

Oleh: Ustadz Naufal Fadhlurrahman, S.Pd

BLOGGURU – Bagaimana mengenali ustadz atau ulama yang memiliki Sanad ‘Aliy, sanad yang paling tinggi?

Pertama, Orang-orang sibuk mengambil sanad darinya

Diantara ciri seseorang pemilik sanad ‘aliy adalah banyaknya ahli riwayah yang mencari dan mendatanginya dari berbagai negeri. Dizaman kita ini kita dapati kabar dari guru – guru kita bahwa ada seorang Syaikh di maghrib yang sangat ‘aliy sanadnya, harus berpindah – pindah rumah karena merasa terganggu akibat sering didatangi oleh manusia yang ingin mengambil sanad darinya.

Namun ciri – ciri pertama ini tidak mutlak, kadangkala pemilik sanad ‘aliy tidak banyak dikenal manusia, apalagi dari kalangan orang awam. Disebagian negara, kami mendapatkan kabar bahwa manusia berkerumunan kepada seorang syaikh yang sanadnya nazil. Syaikh tersebut dikenal sebagai orang shalih dikalangan awam karena pandai memberi nasehat. Murid – muridnya pun tidak terlalu paham atau mungkin tidak peduli apa itu sanad ‘aliy dan nazil.

Kedua, Pemilik sanad ‘aliy lahir setelah guru dari gurunya meninggal

Kata Al – Hafidzh Al – Mizzi رحمه الله : Guru dari gurunya perowi tersebut meninggal sebelum dia lahir.

Misalnya saya meriwayatkan sanad Al – Qur’an qiro’ah ‘ashim dan ibnu katsir dari Syaikh Muhammad bin Yunus Al – Ghalban dengan kamilan ifrodan. Syaikh Muhammad bin Yunus Al – Ghalban meriwayatkan dari gurunya, yakni Syaikh Al – Fadhiliy Abu Lailah. Syaikh Al – Fadhiliy wafat tahun 1965, yakni sebelum saya lahir, maka sanadnya menjadi ‘aliy.

Ketiga, Pemilik sanad ‘aliy biasanya sudah sepuh (Mu’ammar)

Orang yang panjang umurnya sangat mungkin berjumpa dengan ulama generasi lampau, panjangnya usia mereka bisa memangkas satu atau dua tingkatan sanad.

Kata Nabi : “Umur umatku antara 60 – 70 tahun. Sangat sedikit diantara mereka yang umurnya melampau itu” (HR. Tirmidzi no. 3550 dan Ibnu Majah no.4236)

Guru dari Syaikh Misbah ibrahim ad – dusuqi dan Syaikh Muhammad bin Yunus Al – Ghalban, yakni Syaikh Al – Fadhiliy Abu lailah, usia beliau kisaran 97 tahun, hampir mencapai seratus tahun.

Didalam tulisan kali ini, saya meringkas khusus materi ini dari Kitab Al – Muqoddimahnya Syaikh Rikrik Aulia Rahman حفظه الله تعالى

Wallahu a’lam bish-shawab. (*)

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR