
Sembelihan Hewan Qurban. (foto: ist/*)
BLOGGURU – Nasib malang dan tragis dialami Al-Ja’d bin Dirham, gembong ahli bid’ah yang menyebarkan syubhat berupa pengingkarannya akan sifat ‘kalam’ atau berfirmannya Allah -khususnya ke Nabi Musa secara langsung- dan ia lebih berani pengingkarannya tentang digelarinya Nabi Ibrahim sebagai kekasih Allah.
Alhasil ini membuat geram kaum muslimin yang menyebabkan gubernur Irak saat itu, Khalid bin Abdullah Al-Qasri, menjatuhinya hukuman mati. Miris, sungguh tragis. Di saat kaum muslimin bersiap menyembelih hewan qurban, Al-Ja’d bin Dirham justru yang ‘disembelih’ karena syubhatnya yang lebih kotor daripada sifat-sifat kehewanan itu sendiri.
Al-Bukhari dalam Khalq Af’alil ‘Ibad dan Ad-Darimi dalam Ar-Radd ‘alal Jahmiyyah meriwayatkan kisah dari Abu Habib, ia berkata:
Artinya:
Saya menyaksikan Khalid bin Abdullah Al-Qasri (berkhutbah) di Wasith di hari Idul Adha, dan beliau berkata, “Pulanglah kalian, sembelihlah (hewan kurban), semoga Allah menerima kurban kalian, karena sesungguhnya saya akan menyembelih Al-Ja’d bin Dirham, yang ia mengklaim bahwa Allah tidak menjadikan Nabi Ibrahim sebagai kekasihNya dan (mengklaim) bahwa Allah tidak berfirman kepada Nabi Musa. Maha Tinggi Allah setinggi-tingginya dari yang dikatakan Al-Ja’d bin Dirham”, kemudian Khalid turun (mimbar) lalu menyembelih Al-Ja’d bin Dirham”.
Na’udzubillah. Semoga Allah melindungi kita dari berbagai kesesatan dan membimbing kita di jalan penuh hidayah.
Baarakallahu fiikum. (*)
Sumber: Telegram Ngaji Madzhab Syafi’i