Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Mandi Wajib dan Mandi Sunnah

Mandi Wajib

Mandi Wajib. (foto: ist/*)

Related Post: Ketentuan Wudhu, Tayammum dan Mandi Wajib

BLOGGURU – Imam Al Baijuri di dalam hasiyahnya menyebutkan sebuah kaidah penting berkaitan tentang mandi yang wajib atau sunnah, bunyinya:

 

كل غسل تأخر سببه فهو مندوب، كما أن كل غسل تقدم سببه فهو واجب

 

Artinya:

“𝘚𝘦𝘨𝘢𝘭𝘢 𝘮𝘢𝘯𝘥𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘣𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘬𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘩𝘶𝘬𝘶𝘮 𝘮𝘢𝘯𝘥𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘯𝘯𝘢𝘩, 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘨𝘢𝘭𝘢 𝘮𝘢𝘯𝘥𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘣𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘩𝘶𝘬𝘶𝘮 𝘮𝘢𝘯𝘥𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘸𝘢𝘫𝘪𝘣”

Akan tetapi kaidah ini tidak bersifat mutlak, karena biasanya setiap kaidah itu akan ada beberapa pengecualian, seperti kaidah kedua yang kita sebutkan tadi di atas, ada beberapa sebab yang ia di depan, tapi hukumnya tidak wajib melainkan sunnah saja. Seperti contoh:

• Mandi setelah memandikan si mayyit

• Orang kafir yang baru masuk Islam

• Orang yang baru sadar dari gila dan pingsannya, Walaupun sebabnya di depan namun hukumnya hanya sunnah saja.

Membahas tentang mandi yang sunnah, jumlahnya sangat banyak bahkan Habib Abdurrahman al-Masyhur di dalam kitab 𝘣𝘶𝘨𝘩𝘺𝘢𝘩 mengatakan bahkan sampai 37 jumlahnya. Dan termasuk mandi yang disunnahkan itu adalah 𝐌𝐚𝐧𝐝𝐢 𝐉𝐮𝐦’𝐚𝐭𝐚𝐧.

Habib Ahmad bin Umar asy-Syatiri mengatakan:

 

الأغسال المسنونة كثيرة؛ منها : غسل الجمعة…

 

Hal ini sangat menarik sekali ketika dikatakan mandi yang sunnah itu seperti 𝐌𝐚𝐧𝐝𝐢 𝐉𝐮𝐦’𝐚𝐭𝐚𝐧 mengingat terdapat beberapa hadist shahi yang zhahir nash hukumnya adalah wajib, misalnya, • Hadist dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah bersabda:

 

إذا جاء أحدكم الجمعة فليغتسل

 

Artinya:

“𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘩𝘦𝘯𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘫𝘶𝘮’𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘮𝘢𝘯𝘥𝘪𝘭𝘢𝘩”

• Dari Abi Sa’id al-Khudri sesungguhnya Rasulullah bersabda:

 

غسل يوم الجمعة واجب على كل محتلم

 

“𝘔𝘢𝘯𝘥𝘪 𝘫𝘶𝘮’𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘩𝘶𝘬𝘶𝘮𝘯𝘺𝘢 𝘸𝘢𝘫𝘪𝘣 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘵𝘪𝘢𝘱-𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘨𝘩”

Walaupun hadist nya shahi, dan secara zhahir nya hukum mandinya adalah wajib, akan tetapi hukum wajib itu rupanya telah di palingkan ke hukum sunnah. Setidaknya ada beberapa hadist yang memalingkan hukum wajib menjadi sunnah, diantaranya,

• Hadist yang diriwayatkan oleh imam al-Bukhari dan imam Muslim, dari Ibn Umar ketika menceritakan kisah kedatangan ‘Utsman bin ‘Affan sementara ‘Umar lagi berkhutbah, ‘Utsman berkata:

 

فلم أزد أن توضأت …

 

Artinya:

“𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘸𝘶𝘥𝘩𝘶”

Dinuqil dari istidlal imam Syafi’i atas kesunnahan-nya mandi jum’atan dari kisah ini, beliau mengatakan, “Jika mereka (‘Umar dan ‘Utsman) mengetahui bahwa hukum mandi jum’atan itu hukumnya wajib bukan bermakna ikhtiar (pilihan) maka Umar tidak akan membiarkan ‘Utsman begitu saja hingga beliau membantahnya dan mengatakan, “Pulanglah kamu dan mandilah” Karena mungkin barangkali ‘Utsman tidak mengetahui hukumnya.

Akan tetapi kisah tersebut menunjukkan bahwasanya mandi jum’atan itu terdapat fadhilah tanpa mewajibkan-nya” Bahkan imam Al Bukhari sendiri ketika membawakan hadist ini beliau menulis bab-nya yang berjudul:

 

باب فضل الغسل يوم الجمعة

 

• Hadist yang diriwayatkan oleh imam at-Tirmidzi dari Samuroh bin Jundub bahwasanya Rasulullah bersabda:

 

من توضأ يوم الجمعة فبها ونعمت، ومن اغتسل فالغسل أفضل

 

Artinya:

“𝘉𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘸𝘶𝘥𝘩𝘶 𝘥𝘪 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘑𝘶𝘮’𝘢𝘵, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘢𝘪𝘬. 𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘢𝘯𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘪𝘵𝘶, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘢𝘧𝘥𝘩𝘰𝘭.”

Beliau mengatakan hadist hasan, dan selanjutnya beliau mengatakan:

 

” 𝘏𝘢𝘥𝘪𝘴𝘵 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘪𝘢𝘮𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘢𝘩𝘭𝘪 𝘪𝘭𝘮𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘩𝘢𝘣𝘢𝘵 𝘕𝘢𝘣𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘩 𝘮𝘢𝘯𝘥𝘪 𝘫𝘶𝘮’𝘢𝘵𝘢𝘯, 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘥𝘪𝘱𝘦𝘳𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘸𝘶𝘥𝘩𝘶’ 𝘴𝘢𝘫𝘢 ”

 

Demikian. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

Post Terkait

Dampak Maksiat
27 Feb 2025

Dampak Maksiat

0 Komentar

KELUAR