Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Tentang Hikmah dan Ma’rifat kepada Allah

Masjid Amirul Mukminin Makassar. (foto: mfaridwm/*)

Masjid Amirul Mukminin Makassar. (foto: mfaridwm/*)

BLOGGURU – Tentang Hikmah Imam Junaid al-Baghdadi rahimahullah bertutur: Aku pernah ditanya apa yang mampu dicegah oleh hikmah? Kemudian aku menjawab, “Hikmah mampu mencegah segala sesuatu yang mendatangkan penyesalan pada kemudian hari. Hikmah mencegah dari segala sesuatu yang dapat menjadikanmu benci ketika mengingatnya, walaupun orang lain tidak mengetahuinya.”

Si Fulan bertanya lagi. “Terhadap hal apa hikmah akan memerintah?” Aku pun menjawab, “Hikmah akan terus mengajak melakukan segala sesuatu yang pengaruhnya akan terus dipuji pada kemudian hari. Beritanya akan terus harum di khalayak umum dan aman dari akibat buruknya.” Si Fulan menimpali lagi. “Lalu, siapakah yang berhak disematkan sifat sebagai ahli hikmah?”

Aku menjawab, “Ahli hikmah adalah orang yang ketika berbicara mampu mencapai cakupan luas serta tujuan nyata terhadap suatu hal yang dimaksud dengan ungkapan yang singkat dan isyarat yang ringkas. Ahli hikmah juga orang yang selalu optimis terhadap suatu hal yang diinginkan. Menurutnya, semua itu pasti hadir dan akan datang.” Si Fulan bertanya lagi. “Lalu, terhadap siapakah hikmah merasa tenang, tenteram, dan bersemayam?”

Aku menjawab, “Hikmah hadir dalam diri orang yang berusaha mengurangi segala sesuatu yang diharapkan, orang yang tidak berlebihan dalam setiap hajatnya, orang-orang yang setiap keinginan dan perbuatannya ditujukan hanya kepada Allah, dan orang-orang yang tingkat manfaatnya bisa dirasakan oleh setiap individu pada zamannya. ”

[Sumber: Hilyah al-Auliyaa, jilid 10, hlm. 262]

Makrifat Kepada Allah

Imam Junaid al-Baghdadi rahimahullah berkata, “Ketahuilah! Ketika makrifatullah semakin besar dalam dirimu dan hatimu menjadi penuh dengan makrifat itu, dadamu bahagia karena fokus terhadap-Nya, jiwamu menjadi jernih karena mengingat-Nya, pikiranmu terus terhubung dengan Allah, hasrat kepada dunia akan hilang dan segala macam rencana akan terhapus. Pada akhirnya, ilmumu akan semakin berkilauan karena Allah. Pada saat itu, tampaklah ilmu yang sejati untukmu.”

[Sumber: Tahdzib Hilyah al-Auliyaa, jilid 3, hlm. 389]

Post Terkait

Resolusi 2026
1 Jan 2026

Resolusi 2026

0 Komentar

KELUAR