
Sanad Keilmuan (foto: ist/*)
Oleh: Akhina, Ust Fiqih Sulaiman
Related Post: Tradisi Ijazah Sanad dalam Ilmu Al-Qur’an
BLOGGURU – Mencari ijazah sanad dalam Al Quran itu termasuk bagian dalam menjaga Al Quran bahkan agama Islam itu sendiri.
Langsung saja.
Kalau ikhlas atau tidak maka hanya antara dirinya dengan Allah, tidak ada hak atas manusia yang lain menuduh atau berperasangka (contoh: fulan tidak ikhlas atau fulan begini dan begitu).
Tidak layak juga bagi sesama penuntut ilmu keluar dari lisannya seperti itu, dulu al faqir juga sempat terkontaminasi pemikiran seperti itu tetapi al faqir sadar bahwa itu salah.
Namun, sudah pasti salah jika kita mencari sanad itu untuk tujuan dunia, harta, atau perkataan orang-orang agar memuji dan menyanjung.
Ada lagi?
Kok ambil sanad mahal? Kok ambil sanad berbayar?
Ya sekarang, guru kita itu manusia dan sudah diketahui menuntut ilmu itu harus siap biaya. Lalu, guru kita itu saat menyimak bacaan Al Quran kita apakah tidak menyita waktunya? Dia punya keluarga, dia manusia dan memiliki sifat manusia seperti kita.
Ada lagi?
Ijazah sanad kok bin nazhar? Kenapa tidak bil hifzh?
Sudah pasti dan haqqul yaqin jika ada orang memperoleh sanad Al Quran dengan hafalannya itu lebih afdhal ketimbang bin nazhar (lihat quran).
Apakah ijazahnya sah? Ya ini ada perbedaan.
Sebagaimana yang saya ingat dari potongan video Samahatusy Syaikh DR. Aiman Rusydi Suwaid hafizhahullah ta’ala, bahwa ada beberapa kemungkinan orang ambil sanad itu dengan bin nazhar:
1. Sudah tua.
2. Lemah hafalannya.
Tetapi (masih menukil dari potongan video) orang yang ambil sanad dengan bin nazhar harus menjelaskan kepada muridnya atau orang yang nanti ambil sanad ke dia bahwa “saya ambil sanad ini dengan bin nazhar”. (Selesai)
Kalau al faqir sih ikut pendapat yang sah, kalau ada yang bilang tidak sah ya silakan.
Berarti apakah boleh pemegang sanad bil hifzh merendahkan pemegang sanad bin nazhar?
Jawabannya itu hanya terjawab dengan keimanan atau ayat-ayat yang telah dihafalnya.
Tapi bagi anda yang mau ambil sanad baik bil hifzh atau bin nazhar itu harus tahu diri, perbaiki dulu bacaannya dan jangan terburu-buru. Kan agak malu saat isi materi dengan nama panggung “bersanad” tetapi bacaannya kurang pas atau gimana gitu.
Terus nabung, jangan mau cari yang gratis melulu.
(* Copas dari Group WA Markaz Tahsin Imam Nafi’