
Berhaji. (foto: ist/*)
Related Post: Khutbah Jumat: Rahasia Ilahiyah dibalik Syariat Haji
BLOGGURU – Apakah Haji termasuk amalan yang utama? Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah ﷺ pernah ditanya, “Amalan apa yang paling utama ? Lalu beliau menjawab : “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ditanyakan kepada beliau : “Kemudian apa?” Beliau berkata: “Berjihad di jalan Allah.” Ditanyakan lagi kepada beliau: “Kemudian apa?” Beliau berkata: “Haji yang mabrur.” (HR. Al-Imam Al-Bukhari no. 26 dan Muslim no. 83)
Dari hadits yang diriwayatkan Bukhari Muslim diatas, nyatalah bahwa Haji (dalam hal ini Haji yang mabrur) adalah salah satu amalan yang utama. Lantas, apa makna dari Haji yang mabrur?
Berikut ini makna dari Haji Mabrur, sebagaimana dikutip dari Kitab Lathaiful Ma’arif: 116, sebagai berikut:
1. Haji mabrur dilaksanakan dengan ikhlas untuk Allah semata;
2. Tata cara pelaksanaan haji mabrur sesuai dengan haji Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam;
3. Haji mabrur dilaksanakan dengan menggunakan harta yang halal, dan tidak haram;
4. Haji mabrur yang ditunaikan kewajiban dan sunnah-sunnahnya;
5. Seseorang pulang haji mabrur menjadi orang yang zuhud dengan dunia dan rindu (meraih surga di) akherat;
6. Haji mabrur adalah diterima oleh Allah Ta’ala, dan tanda diterimanya adalah seseorang pulang dari berhaji menjadi lebih baik dari sebelumnya dan tidak kembali berbuat maksiat;
7. Haji mabrur adalah haji yang pelakunya tidak melakukan maksiat kepada Allah saat melakukan ibadah haji;
8. Haji mabrur adalah haji yang tidak ada riya’ di dalamnya;
9. Tanda haji mabrur yang balasannya ampunan Allah itu adalah seseorang meninggalkan keburukan yang ia lakukan;
10. Haji mabrur adalah apabila terkumpul padanya dua perkara : melakukan kebaikan saat melaksanakan haji dan menghindari perbuatan dosa;
11. Haji mabrur adalah haji yang terpenuhi hukum-hukumnya dan haji tersebut terlaksana sesuai yang dituntut dari seorang mukallaf (berakal sehat dan baligh) dalam bentuk yang paling sempurna
Tanda haji yang mabrur
Al Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan:
“Tanda (haji mabrur yang balasannya surga) itu adalah seseorang pulang haji menjadi orang yang zuhud dengan dunia dan rindu (meraih surga di) akherat.” [Lathoif Al-Ma’arif : 116].
Semoga Allah Ta’ala memudahkan dan memampukan kita semua untuk bisa berhaji dan menjadikan haji kita haji yang mabrur. Barakallahu fiikum. (*)