
Berdzikir. (foto: ist/*)
Related Post: Bacaan Do’a dan Dzikir setelah Sholat Fardhu
BLOGGURU – Dalam Kitab al-Mu’jam, disebutkan tentang HR Ath-Thabrani No 7930, dimana Hadits tersebutkan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Kitab Shahihul Jami’: 2615, dituliskan tentang Dzikir yang sangat besar sekali pahala dan keutamaanya.
Suatu saat Nabi -shallallohu alaihi wasallam- melihat Abu Umamah -radhiallahu ‘anhu- menggerakkan bibirnya, maka beliau bertanya, “Apa yang sedang kau baca wahai Abu Umamah”.
Dia menjawab: “Aku sedang berdzikir kepada Allah”.
Beliau SAW mengatakan, “Maukah aku tunjukkan kepadamu dzikir yang pahalanya LEBIH BANYAK dari dzikirmu selama SEHARI SEMALAM ?”
Kemudian beliau mengajarinya:
Latin:
Alhamdulillahi ‘Adada Maa Kholaqo
Walhamdulillahi Mil-a Maa Kholaqo
Walhamdulillahi ‘Adada Maa Fis-samaa-waati Wa Maa Fil-Ardhi
Walhamdulillahi ‘Adada Maa Ahsho Kitaabuhu
Walhamdulillahi Mil-a Maa Ahsho Kitaabuhu
Walhamdulillahi ‘Adada Kulli Syai-in
Walhamdulillahi Mil-a Kulli Syai-in
Subhanallahi ‘Adada Maa Khalaqa
Wa Subhanallahi Mil-a Maa Khalaqa
Wa Subhanallahi ‘Adada Maa Fis-samaa-waati Wa Maa Fil-Ardhi
Wa Subhanallahi ‘Adada Maa Ahsho Kitaabuhu
Wa Subhanallahi Mil-a Maa Ahsho Kitaabuhu
Wa Subhanallahi ‘Adada Kulli Syai-in
Wa Subhanallahi Mil-a Kulli Syai-in
Artinya :
ALHAMDULILLAH (segala puji bagi Allah) sebanyak semua ciptaan-Nya,
ALHAMDULILLAH sepenuh semua ciptaan-Nya,
ALHAMDULILLAH sebanyak seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi
ALHAMDULILLAH sebanyak semua yang dicatat kitabNya,
ALHAMDULILLAH sepenuh apa yang dicatat kitab-Nya,
ALHAMDULILLAH sebanyak segala sesuatu,
ALHAMDULILLAH sepenuh segala sesuatu.
SUBHANALLAH (Maha suci Allah) sebanyak semua ciptaan-Nya,
SUBHANALLAH sepenuh semua ciptaanNya,
SUBHANALLAH sebanyak seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi
SUBHANALLAH sebanyak semua yang dicatat kitab-Nya,
SUBHANALLAH sepenuh apa yang dicatat kitab-Nya,
SUBHANALLAH sebanyak segala sesuatu,
SUBHANALLAH sepenuh segala sesuatu”.
Dan beliau berpesan ajarkanlah dzikir ini kepada orang-orang setelahmu”. Demikian sebagaimana termaktub dalam HR Ath-Thabrani dalam Kitab Al Mu’jam Al Kabir no 7930, Hadits dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’: 2615.
Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)