
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Bulan Oktober adalah Bulan Santri. Mengapa demikian? Ya, karena dalam Bulan Oktober ada Hari Santri yang dirayakan tiap Tanggal 22 Oktober. Berbagai kegiatan kesantrian dan Lomba-lomba menyertai perayaan Hari Santri tersebut, tak terkecuali Pemilihan Duta Santri.
Untuk melakukan pemilihan Duta Santri, ada beberapa jenjang penilaian, mulai dari dari tes tertulis, tes unjuk bakat dan wawancara sebelum dilakukan pemilihan pada tahap grand final. Tes tertulis untuk pemilihan Duta Santri biasanya dirancang untuk menilai pengetahuan, wawasan, dan karakter calon duta santri secara komprehensif — baik dari sisi keislaman, kebangsaan, maupun kemampuan berpikir kritis.
Berikut adalah cakupan utama yang biasanya termasuk dalam tes tertulis Duta Santri:
1. Pengetahuan Keagamaan (Keislaman dan Kepesantrenan)
Menilai pemahaman dasar calon duta tentang ajaran Islam dan kehidupan santri. Materi tes mencakup pengetahuan tentang: Rukun Islam dan Rukun Iman, Akhlak santri dan adab di pesantren, Sejarah Nabi dan sahabat, Tokoh-tokoh ulama nusantara (misalnya KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, dan lain-lain), Nilai-nilai pesantren: tawadhu’, ikhlas, ukhuwah, kemandirian, serta Tradisi keilmuan pesantren (ngaji kitab, bahtsul masail, khidmah, dan lain-lain).
2. Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air
Menilai sejauh mana calon duta santri memahami peran santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Materi tes mencakup pengetahuan tentang Peran santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, Hari Santri Nasional dan maknanya, tentang Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika, tentang Moderasi beragama dan toleransi antarumat, serta tentang Santri sebagai agen perubahan dan penjaga NKRI.
3. Wawasan Umum dan Literasi Global
Mengukur keterbukaan wawasan santri terhadap isu-isu kekinian. Materi tes mencakup pengetahuan tentang Isu sosial dan lingkungan (ekonomi, pendidikan, digitalisasi, dan sebagainya), Perkembangan teknologi dan media digital, Budaya literasi dan peran santri di era modern, dan Tokoh-tokoh inspiratif nasional dan internasional
4. Kemampuan Bahasa dan Komunikasi
Menilai kemampuan berbahasa dan berpikir logis. Materi tes mencakup pengetahuan tentang Bahasa Indonesia (tata bahasa, ejaan, menulis esai singkat), Bahasa Arab dasar (kosakata, terjemah ayat pendek, salam, percakapan ringan), dan Bahasa Inggris dasar (reading comprehension atau vocabulary)
5. Nilai-nilai Karakter dan Kepemimpinan Santri
Biasanya dalam bentuk soal reflektif atau studi kasus. Materi tes mencakup pengetahuan tentang Studi kasus tentang etika santri di media sosial, Pilihan ganda tentang sikap kepemimpinan yang baik, dan Pertanyaan terbuka tentang solusi terhadap masalah sosial di lingkungan pesantren atau masyarakat.
6. Penulisan Esai atau Opini (Opsional)
Beberapa panitia menambahkan bagian ini untuk menilai kemampuan berpikir kritis dan menulis. Materi tes mencakup pengetahuan tentang Peran Santri dalam Membangun Peradaban Digital yang Beretika, Santri sebagai Teladan Moderasi Beragama, serta Pesantren sebagai Pusat Peradaban Islam Nusantara.
Demikianlah rancangan untuk tes tertulis dan cakupan materi yang diujikan. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.