
Oleh: Al-Habib Abu Bakar Al – Adni Al-Masyhur
BLOGGURU – Berikut ini Niat menyambut bulan Ramadhan oleh Al – Habib Abubakar Al – Adeni Al – Masyhur yang dishare oleh Habib Mahmud, Pimpinan Ponpes al-Mubarakah, Makassar.
Kami niat sebagaimana niat Nabi SAW dan para salafuna shalih dari para ahlulbait nabi yang mulia dan para sahabat yang agung
Kami niat melaksanakan puasa dengan sesempurna mungkin yang membuat ridho raja semesta alam Allah SWT
Kami niat menjaga sholat tarawih dan menjaga angota badan dari segala maksiat dan dosa
Kami niat rutin membaca alqur’an dan banyak berdzikir serta sholawat pada nabi muhammad pemimpin manusia dan menjauhi ghibah, adu domba, berdusta dan segala hal yang menyebabkan perkara yang haram dan dosa
Kami niat banyak bersodaqoh dan menyantuni para janda janda , orang – orang fakir juga anak anak yatim
Kami niat menjaga dengan sebaik baiknya akhlak – akhlak yang di ajarkan dalam agama islam serta menjaga sholat jama’ah tepat pada waktunya dengan sempurna
kami niat dengan semua niat niat baik yang telah di niatkan para sholihin di 10 pertama , 10 kedua serta 10 terakhir dan malam lailatul qodar juga di setiap malam dan harinya
Teriring Al-Fatehah untuk beliau.
______
KEUTAMAAN MEMPERBANYAK NIAT
Setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan bagi setiap orang apa yang dia niatkan ( HR Al – Bukhari )
Barangsiapa berniat untuk melakukan kebaikan lalu tidak jadi melakukannya maka Allah tabaaraka wa ta’ala mencatat disisi – Nya satu kebaikan sempurna , dan jika ia berniat untuk melakukannya lalu melakukannya maka Allah mencatatnya sepuluh kebaikan sampai tujuh puluh kali lipat sampai berlipat – lipat yang banyak. ( HR. Bukhori)
Dunia itu diberikan kepada empat golongan :
( 1 ) Seorang hamba yang Allah anugerahi harta dan ilmu , maka dia pun bertaqwa kepada Rabbnya dalam hal hartanya , menggunakan hartanya untuk menyambung tali kekerabatan dan mengetahui bahwa Allah memiliki hak dalam hartanya itu , maka dia berada pada derajat yang paling mulia di sisi Allah.
( 2 ) Dan seorang hamba yang Allah karuniai ilmu namun tidak diberi harta , dia adalah seorang yang benar niatnya. Dia katakan Seandainya aku memiliki harta , aku akan beramal seperti amalan Fulan’, maka dengan niatnya itu pahala mereka berdua sama.
( 3 ) Juga seorang hamba yang Allah beri harta namun tidak dikaruniai ilmu , sehingga dia gunakan hartanya tanpa ilmu. Dia tidak bertakwa kepada Rabbnya dalam hartanya itu , tidak menggunakannya untuk menyambung tali kekerabatan , dan tidak pula mengetahui ada hak Allah dalam hartanya , maka dia berada pada derajat yang paling hina di sisi Allah.
( 4 ) Dan seorang hamba yang tidak Allah beri harta maupun ilmu, lalu dia mengatakan Seandainya aku memiliki harta aku akan berbuat seperti perbuatan Fulan’, maka dengan niatnya itu dosa mereka berdua sama ( HR. At – Tirmidzi)
Berapa banyak amalan kecil , tetapi menjadi besar karena niatan ( positif ) pelakunya. Dan betapa banyak amalan besar , namun berubah kecil karena niatan( negatif ) pelakunya.
Adapun dari sisi berlipat gandanya pahala, yaitu dengan banyaknya niat – niat baik. Karena satu ketaatan memungkinkan untuk diniatkan banyak kebaikan , maka baginya pahala untuk masing – masing niat. Karena setiap niat merupakan kabaikan , kemudian setiap kebaikan akan dilipat gandakan menjadi 10 kali lipat.
Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)