Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Imam Malik, antara Dalil dengan Fatwa

Kitab Al-Muwatha' karya Imam Malik

Kitab Al-Muwatha’ karya Imam Malik. (foto: ist/*)

Related Post: Mengakrabi Imam Malik dan Kitab Al-Muwatha’

BLOGGURU – Imam Malik rahimahullah dikenal sebagai imam Darul Hijrah atau imam Ahlul Madinah. Sebagai imam mujtahid yang hidup di kota Nabawi, yakni Madinatul Munawwarah, beliau memiliki kedudukan yang terhormat dan dimuliakan para ulama manapun di zamannya bahkan setelahnya hingga saat ini. Serta kita sama-sama tahu bahwa mazhab Imam Malik ialah mazhab yang bercorakkan Ahlul Hadits wal Atsar, karena nuansa Madinah yang sangat kental akan hadis-hadis Nabi maupun atsar-atsar para sahabat Nabi dan tabi’in, sang imam mazhab dan ulama mazhabnya memang dikenal padat dan ketat akan dalil-dalil pada permasalahan syariah.

Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullah menceritakan sebuah kisah inspiratif tentang Imam Malik yang bisa memiliki dua sikap berbeda manakala berhadapan dengan dalil dan berhadapan dengan fatwa,

 

قال مطرف وكان مالك إذا أتاه الناس خرجت إليهم الجارية فتقول لهم “يقول لكم الشيخ تريدون الحديث أو المسائل؟”

 

Artinya:

Mutharrif mengatakan: Biasanya Imam Malik kalau beliau kedatangan orang-orang, maka budak wanitanya akan mendatangi mereka lalu mengatakan kepada mereka, “Syaikh [Imam Malik] berkata ke kalian, kalian ingin (majelis) hadis atau (fatwa) masalah agama?”

 

فإن قالوا “المسائل” خرج إليهم فأتاهم

 

Lantas bila orang-orang mengatakan, “(fatwa) masalah agama”, maka beliau [Imam Malik] langsung keluar ke mereka dan menemui mereka.

 

وإن قالوا “الحديث” قال لهم “اجلسوا” ودخل مغتسله فاغتسل وتطيب ولبس ثياباً جدداً ولبس ساجه وتعمم ووضع على رأسه طويلة وتلقى له المنصة

فيخرج إليهم وقد لبس وتطيب وعليه الخشوع ويوضع عود. فلا يزال يبخر حتى يفرغ من حديث رسول الله صلى الله عليه وسلم

 

Tapi bila orang-orang berkata, “Hadis”, beliau [Imam Malik] berkata pada mereka, “Duduklah kalian”, dan Imam Malik masuk ke tempat pemandiannya, lalu beliau mandi, beliau memakai wewangian, beliau mengenakan pakaian yang indah, beliau mengenakan imamah [sorban yang dililitkan di kepala], beliau mengenakan selendang panjang di atas kepalanya, diletakkan di hadapan beliau mimbar, lalu beliau keluar menemui orang-orang tadi sementara beliau dalam kondisi telah berpakaian rapi dan memakai wewangian, dan beliau dalam kondisi khusyuk, serta beliau meletakkan gaharu. Lantas beliau membakar bukhur [dupa yang wangi] hingga selesai menyampaikan hadis Rasulullah ﷺ.

Ma Syaa Allaah. Betapa tinggi adab Imam Malik terhadap dalil, khususnya terhadap hadis Rasulullah ﷺ, beliau memposisikan hadis Rasulullah ﷺ di kedudukan yang amat mulia layaknya menyambut kedatangan seseorang yang begitu dispesialkan dan di momen yang begitu istimewa. Karena memang di sisi lain, Imam Malik sendiri dalam al-Muwaththa’ nya meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

 

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

 

Artinya:

“Ku tinggalkan pada kalian dua hal, kalian takkan tersesat selama kalian berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitab Allah [Alquran] dan Sunah RasulNya”.

Baarakallahu fiikum.

 

Sumber: Telegram Ngaji Madzhab Syafi’i, 18 Mei 2023

Post Terkait

Dampak Maksiat
27 Feb 2025

Dampak Maksiat

0 Komentar

KELUAR