
Khudz ‘Aqidataka Minal Kitābi Was Sunnah As-Shahîhah
BLOGGURU – Apa itu Syirik kecil? Khudz ‘Aqidataka Minal Kitābi Was Sunnah As-Shahîhah (Bagian Ke -36), Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah ta’ala mengatakan :
Persiapan : Apakah syirik ashghar (syirik kecil) itu ?
Jawaban : “Syirik kecil adalah riya (pamer/ingin dilihat oleh orang lain).
Allah ta’ala berfirman :
﴿فَمَن كَانَ يَرۡجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلۡيَعۡمَلۡ عَمَلًا صَـٰلِحًا وَلَا يُشۡرِكۡ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًۢا﴾
Artinya:
“Maka, barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaknya ia mengerjakan amal shalih dan tidak menyekutukan sesuatu pun dalam beribadah kepada Rabbnya.” (QS. Al-Kahfi: 110).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّ أَخۡوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيۡكُمُ الشِّرۡكُ الۡأَصۡغَرُ: الرِّيَاءُ
Artinya:
“Sungguh hal yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya.” (Shahih diriwayatkan oleh Ahmad).
Dan termasuk syirik kecil adalah ucapan seseorang : “Kalau bukan karena Allah dan Fulan, atau Atas kehendak Allah dan kehendakmu”.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لَا تَقُولُوا مَا شَاءَ اللهُ وَشَاءَ فُلَانٌ، وَلٰكِنۡ قُولُوا: مَا شَاءَ اللهُ ثُمَّ شَاءَ فُلَانٌ
Artinya:
“Janganlah kalian mengucapkan : “Atas kehendak Allah dan kehendak Fulan”. Akan tetapi ucapkanlah : “Atas kehendak Allah kemudian kehendak Fulan.” (Shahih diriwayatkan oleh Abu Dawud).
Sumber: Khudz ‘Aqidatak Minal Kitābi Was Sunnah : 19