BLOGGURU – Shalat Jum’at hukumnya fardhu ‘ain atas setiap muslim laki-laki merdeka yang hadir (bukan musafir), tanpa uzur (halangan) syar’iy seperti penyakit dan hujan.
Termasuk syarat-syarat sahnya shalat Jum’at ialah dua kali khutbah.
Rukun-rukun dua khutbah :
– Membaca Alhamdu lillah,
– Mengucapkan shalawat atas Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam,
– Berwasiat agar bertakwa kepada Allah,
– Membaca satu ayat yang dapat dipahami dari Al-Our’an dalam salah satu dari dua khutbah itu.
– Mendoakan kaum mukminin dalam khutbah terakhir.
Yang diwajibkan bagi imam saat khutbah :
– Imam wajib berkhutbah sambil berdiri dalam keadaan suci (dari hadast besar maupun kecil) dan tertutup auratnya.
– Imam wajib duduk di antara dua khutbah itu lebih lama daripada tuma’ninah dalam shalat dan wmuwaalah (saling berkesinambungan).
Shalat jama’ah dan shalat jenazah hukumnya fardhu kifayah. Shalat dua hari raya (ledul Fithri dan ledul Adha), dua shalat gerhana dan shalat witir adalah sunnah muakkadah. Begitu pula shalat-Shalat Rawatib, (yaitu shalat-shalat sunnah yang berkaitan dengan shalat fardhu).
Adapun shalat Dhuha dan Tarawih adalah sunnah-sunnah yang memiliki keutamaan dan pahala besar. (*)