
Kitab Terjemah Raudhatu Thalibin
BLOGGURU – Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi setelahnya, seperti Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Ibnu Arabi, Ibnu Atha’illah as-Sakandari, dan lain-lain.
Dalam pengantarnya, Imam Ghazali mengatakan, kitab risalah ditulis utuk dijadikan pegangan bagi para pencari kebenaran, dan membantu umat Islam dalam menempuh suluk atau perjalanan spiritual. Di dalam masterpiece Imam Ghazali ini, terdapat segala hal yang dibutuhkan untuk mengantarkan diri menuju Sang Ilahi.
Berikut ini terjemah Bagian Pertama dan Kedua dari Kitab Raudhatu Thalibin Imam al-Ghazali (27): Raja” dan Raghbah, Basih sebagai Buahnya
Bagian Kedua Puluh Tujuh : Raja” dan Raghbah, Basih sebagai Buahnya
ILMU RAJA BERMAKNA melihat sifat-sifat kadim sebagai sumber segala keburukan maupun kesenangan, kemanfaatan maupun bahaya. Barang siapa mengetahui hal ini, ia akan takut sekaligus berharap kepada-Nya.
Inilah yang dimaksud dengan raja” pada dirinya sendiri. Sebab, ia tak bisa diharapkan karena kebaikan dan tidak berhenti oleh keburukan. Demikian ini tidak lain lahir karena anugerah Allah yang dikehendaki untuk memperoleh kebahagiaan. Dan mereka yang akan mengalami raja” semacam ini adalah orang-orang yang dibawa oleh takut (khauf) ke dalam khusyuk.
Raja” yang bukan pada dirinya sendiri berarti raja” yang mendorong banyak berbuat ketaatan. Jika tak mendorong pada hal tersebut, ia disebut sebagai harapan koSong (tamanni). Sebab hakikat raja” adalah kegembiraan dan kelapangan hati karena menanti kekasih yang sudah tampak tanda-tandanya.
Lain halnya dengan raghbah, yaitu dominasi keadaan di atas pada hati orang-orang yang berharap hingga seolaholah ia menyaksikan harapan. Inilah kesempurnaan raja Ian puncak hakikatnya. Sementara itu, basth mengandung arti kegembiraan hati dan terbukanya jalan petunjuk kareha semangat raja”. (**)