
Kitab Terjemah Raudhatu Thalibin
BLOGGURU – Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi setelahnya, seperti Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Ibnu Arabi, Ibnu Atha’illah as-Sakandari, dan lain-lain.
Dalam pengantarnya, Imam Ghazali mengatakan, kitab risalah ditulis utuk dijadikan pegangan bagi para pencari kebenaran, dan membantu umat Islam dalam menempuh suluk atau perjalanan spiritual. Di dalam masterpiece Imam Ghazali ini, terdapat segala hal yang dibutuhkan untuk mengantarkan diri menuju Sang Ilahi.
Berikut ini terjemah Bagian Pertama dan Kedua dari Kitab Raudhatu Thalibin Imam al-Ghazali (30): Muhasabah dan Manfaatnya: I’tisham dan Istiqamah
Bagian Ketiga Puluh: Muhasabah dan Manfaatnya: I’tisham dan Istiqamah
HAKIKAT MUHASABAH BERARTI memerinci perbuatan yang telah lalu dan yang akan datang. Berdasarkan ijmak ulama, muhasabah hukumnya wajib, dan menuntut untuk berpegang teguh kepada Kitab Allah (itisham). Selain itisham, ada juga istigamah (lurus dan teguh).
Perbedaan antara i’tisham dan istigamah yaitu: Ptisham artinya berpegang kepada Kitab Allah swt. dan memerhatikan batasan-batasannya, sedangkan istigamah bermakna teguh dan lurus, serta tidak condong kepada salah satu ujung dari hal-hal yang dijadikan pegangan.
Di samping itu, istigamah ditujukan untuk dirinya sendiri maupun selain dirinya. Istigamah untuk diri sendiri karena ia menjadi perantara untuk memasukkan magam al-jam’ (penyatuan) dari lembah perpecahan. Allah swt. Mahatahu. (*)