Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali – 43: Shalat Ahlul Qurb

Kitab Terjemah Raudhatu Thalibin

Kitab Terjemah Raudhatu Thalibin

BLOGGURU – Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi setelahnya, seperti Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Ibnu Arabi, Ibnu Atha’illah as-Sakandari, dan lain-lain.

Dalam pengantarnya, Imam Ghazali mengatakan, kitab risalah ditulis utuk dijadikan pegangan bagi para pencari kebenaran, dan membantu umat Islam dalam menempuh suluk atau perjalanan spiritual. Di dalam masterpiece Imam Ghazali ini, terdapat segala hal yang dibutuhkan untuk mengantarkan diri menuju Sang Ilahi.

Berikut ini terjemah Bagian Pertama dan Kedua dari Kitab Raudhatu Thalibin Imam al-Ghazali (43): Shalat Ahlul Qurb

Bagian Keempat Puluh tiga: Shalat Ahlul Qurb

JIKA ENGKAU MEMASUKI Shalat, lupakanlah dunia beserta penghuninya. Menghadaplah kepada Allah swt. layaknya engkau menghadap kepada-Nya pada hari kiamat kelak. Ingatlah ketika kau berdiri di hadapan Allah tanpa juru bicara antara kau dan Dia. Dia menghadap kepadamu. Kau pun berbisik kepada-Nya dan mengetahui siapa dirimu di hadapan-Nya karena Dialah Sang Raja yang Mahaagung.

Kepada salah seorang sufi dikatakan, “Bagaimana engkau mengucapkan takbir pertama?” Ia menjawab, “Ketika mengucapkan Allahu Akbar, sertakanlah perasaan ta’zhim kepada Allah bersamaan dengan huruf alif, rasa segan bersama huruf lam, dan rasa diawasi bersama huruf ha ‘.

Ketahuilah, ada di antara manusia ketika mengucapkan Allahu Akbar,” ia tenggelam dalam menyaksikan keagungan. Seluruh alam semesta berada dalam angkasa keluasan dadanya, seperti sebutir biji di atas hamparan bumi. Kemudian, ia campakkan sebutir bijiitu, hingga tak merasa takut kepada bisikan maupun suara hati.

Bagian alam semesta yang terbayang dalam batin menjadi layaknya biji sawi yang dicampakkan. Lantas, bagaimana bisa waswas itu menekan hamba semacam ini?” Dan, Allah Mahatahu. Semoga Allah swt. menjadikan kita dan kalian termasuk golongan hamba-hamba yang dekat dan ulama-Nya yang mengamalkan ilmu serta pilihan-Nya yang tulus.

Semoga Shalawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan kita, Muhammad saw., penutup para nabi dan pemimpin al-ghurril muhajjalin,” beserta keluarga dan para sahabat dekat, istri-istri beliau yang baik dan suci, para keturunan beliau yang tulus, serta semua nabi, rasul, dan para malaikat. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (**)

 

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR