Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Mengejar Ilmu yang Bermanfaat

Mengejar Ilmu yang Bermanfaat

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Download Kitab Hadits, Kutub Hadits Ahkam dan Takhrij Hadits

BLOGGURU – Tiada yang lebih indah yang pantas dikejar, setiap hari, setiap pagi, kecuali ilmu yang membawa manfaat, rezki yang baik (halalan tayyiban), dan amal yang terjaga. Itulah sebabnya Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam setiap pagi berdo’a memintanya (ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang terjaga) sebelum meminta yang lain.

 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

 

Artinya:

“Ya Allah … aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfa’at, rizki yang baik, dan amal yang diterima.” (HR. Ibnu Majah no. 925)

Mari untuk selalu mengejar Ilmu yang bermanfaat. Wajibkan diri untuk selalu, setiap pagi mengamalkan do’a diatas, atau ba’da shalat subuh. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang berdimensi dunia dan akherat. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mendekatkan kita kepada Allah, sang pencipta dan semakin menghaluskan atau melembutkan hati kita dalam bergaul dengan sesama manusia, berbagi dan peduli, serta membawa manfaat bagi lingkungan dan orang lain.

Adapun ciri-ciri ilmu yang bermanfa’at sebagaimana penjelasan Syaikhul Islam Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali (Imam al-Ghazali), sebagaimana termaktub dalam Kitab Bidayatul Hidayah (1993: 38), adalah :

 

والعلم النافع هو

“Ilmu yang bermanfaat adalah ;

ما يزيد في خوفك من الله تعالى،

1.  Menambah rasa takutmu kepada Allah,

ويزيد في بصيرتك بعيوب نفسك

2.  Menambah kebijaksanaanmu dengan aib-aib (dosa dan kekurangan) dirimu,

ويزيد في معرفتك بعبادة ربك،

3.  Menambah rasa makrifat (mengenal Allah) dengan beribadah kepada Tuhanmu,

ويقلل من رغبتك في الدنيا، ويزيد في رغبتك في الآخرة،

4.  Semakin sedikit kecintaanmu terhadap dunia, dan menambah kecintaanmu kepada akhirat,

ويفتح بصيرتك بآفات أعمالك حتى تحترز منها،

5.  Membuka pandanganmu atas perbuatan jelekmu, hingga kaudapat menjaga diri dari hal itu, serta

ويطلعك على مكايد الشيطان وغروره،

6.  Membebaskanmu dari tipu daya setan,”

 

Sumber: Kitab Bidayatul Hidayah [Kairo: Maktabah Madbuli, 1993 M], halaman 38).

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ

 

Artinya:

“Ya Allah … aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak merasa puas, dan dari doa yang tidak didengar (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Dawud no. 1548, An-Nasa’i no. 5536, dan Ibnu Majah no. 3837).

***

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Pengertian Lafadz dalam Ilmu Nahwu
Oleh : Immim pangkep

Pengertian Lafadz dalam Ilmu Nahwu

0 Komentar

KELUAR