
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, penulis dapat menerbitkan buku kedua di di tahun 2020 ini. Buku pertama adalah antologi puisi “Menjawab Waktu”. Buku yang berjudul Berkebudayaan Malu – Sehimpun Catatan Budaya Bugis Makassar, ini sebenarnya merupakan kumpulan catatan yang sebelumnya terpublikasi di note facebook dan dikomentari ramai oleh teman-teman di jejaring sosial facebook.

Buku setebal 282 halaman ini diterbitkan oleh Guepedia, memuat 22 catatan budaya, menyoal tentang beragam tema yang sering diperbincangkan para peminat sejarah dan penikmat budaya, yaitu tentang: (1) Bercermin dari Sejarah (h. 23), (2) Dewata SeuwaE (h. 31), (3) Annyala’ (h. 51), (4) Tallu Cappa’ (h. 61), (5) Bija (h. 67), (6) Areng (h. 73), (7) Tau (h. 85), (8) Ata’ (h. 93), (9) Ma’barazanji (h. 107), (10) Manu’ (h. 117), (11) La Galigo (h. 125), (12) To Wajo (h. 137), (13) Lontaraq (h. 151), (14) Ulu Ada’ (h. 165), (16) Kasiratangan (h. 175), (16) Pocci Butta (h. 181), (17) Barasa’ (h. 197), (18) Siang dan Pangkep (h. 205), (19) Berkebudayaan Malu (h. 217), (20) Ince’ (h. 229), (21) Saidi (h. 237), (22) Sundala’ (h. 249).
Tema-tema yang dibahas dalam buku “Berkebudayaan Malu” ini merupakan tema-tema yang spesifik. Paling tidak, dalam buku ini penulis telah menyuguhkan pembahasan tematik yang secara keseluruhannya merupakan pembicaraan budaya lokal-konteks Sulawesi Selatan. Bagi yang mengkaji dan menguasai beragam tema pembahasan dalam buku ini sebenarnya sudah mencapai kadar pemahaman yang baik tentang kebudayaan Sulawesi Selatan. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, seringkali menggunakan nama pena, M. Farid W Makkulau untuk karya buku bertema Sejarah dan Budaya Sulawesi Selatan/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.