
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Asal Muasal Nama Labakkang, Labakkang dari Masa ke Masa
BLOGGURU – Labakkang adalah salah satu kecamatan dalam lingkup wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Pada masa kerajaan masih berlangsung, Labakkang adalah satu wilayah kekuasaan yang rajanya bergelar Karaeng, disebut Karaeng Labakkang dan pada masa yang lebih tua lagi, bernama Lombasang dengan raja bergelar Somba, disebut Somba Lombasang.
Sebagai pemerhati budaya yang aktif menulis dan mengikuti dinamika kehidupan sosial budaya masyarakat Pangkep, penulis mendorong dilakukannya pertemuan ilmiah untuk mengkaji sejarah dan perkembangan budaya yang masih hidup di Labakkang. Pada prinsipnya penulis mendorong agar tujuh bekas wilayah adat kekaraengan di Pangkep, Regentschappen Onderafdeeling Pangkajene, yaitu: Pangkajene, Balocci, Bungoro, Labakkang, Ma’rang, Segeri dan Mandalle dapat membentuk Lembaga Adat di wilayahnya masing-masing, sebagai salah satu pintu pelestarian adat dan norma budaya yang pernah hidup, dan masih dianggap sebagai budaya dan pranata sosial yang perlu dilestarikan.
Setelah melalui tiga kali pertemuan, baik di Balla Lompoa Labakkang maupun di Aula Kantor Camat Labakkang, akhirnya pada Hari Sabtu, 18 November 2023 diadakanlah pengukuhan dan pelantikan pengurus Lembaga Adat Labakkang, yang mana diketuai oleh Andi Syukri Karaeng Ramma dan sekretaris Andi Panguriseng. Balla Lompoa akhirnya menjadi saksi bisu terbentuknya Lembaga Adat dan dikukuhkannya pengurus lembaga adat di tempat tersebut.
Bupati Pangkep, HM Yusran Lalogau, S.Pi., M.Si dalam sambutannya berharap agar Lembaga Adat Labakkang yang baru saja terbentuk dapat menjadi jembatan komunikasi dan silaturrahim sesama pemangku adat, pemerhati dan pelestari budaya, baik di Labakkang maupun rumpun keluarga di luar Labakkang. Turut hadir menyaksikan pelantikan dan pengukuhan Pengurus Lembaga Adat Labakkang tersebut adalah Yang Mulia Raja Gowa ke-38, Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Batara Gowa III Sultan Malikussaid beserta pemangku adat/karaeng dari daerah lainnya di Sulawesi Selatan. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, atau dikenal pula dengan nama M. Farid W Makkulau adalah seorang guru dan pemerhati budaya/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.