
Ilustrasi – Bulan Sya’ban
Oleh: Muhammad Irfandi, Lc
Related Post: Pesan Dakwah Prof dr Veny Hadju: Pejuang Ibadah
BLOGGURU – Imam at-Thabarani dan Ibnu Hibban meriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal dari Nabi beliau bersabda:
يطلع الله إلى جميع خلقه ليلة النصف من شعبان، فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن
Artinya:
“𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘩𝘮𝘢𝘵-𝘕𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘮𝘢𝘬𝘩𝘭𝘶𝘬-𝘕𝘺𝘢 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘕𝘪𝘴𝘩𝘧𝘶 𝘚𝘺𝘢’𝘣𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘩𝘭𝘶𝘬-𝘕𝘺𝘢, 𝘬𝘦𝘤𝘶𝘢𝘭𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘶𝘴𝘺𝘳𝘪𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘶𝘴𝘶𝘩𝘢𝘯”
Bagaimana cara menghidupkan malam Nishfu Sya’ban? Al Hafidz Ibnu Rajab al-Hanbali berkata: Dalam menghidupkan malam Nishfu Sya’ban, ualam Syam berbeda pendapat atas dua 𝘲𝘢𝘶𝘭:
1. Disunnahkan menghidupkan malam ini dengan berkelompok di masjid. Dulu, Khalid bin Ma’dan, Luqman bin Amir dan beberapa tokoh ulama lain pada waktu malam Nishfu Sya’ban mereka memakai pakaian terbaik, memakai 𝘣𝘶𝘬𝘩𝘶𝘳 dan memakai celak lalu melakukan ibadah di masjid pada malam itu juga. Hal seperti ini disetujui oleh Ishaq bin Rahuyah. Beliau komentar tentang pelaksanaan tersebut: “𝘔𝘦𝘯𝘨𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘕𝘪𝘴𝘩𝘧𝘶 𝘚𝘺𝘢’𝘣𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘦𝘭𝘰𝘮𝘱𝘰𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬𝘭𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘣𝘪𝘥’𝘢𝘩”. Keterangan ini disebutkan oleh Imam Harb al-Karmani dalam kitab 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘪𝘭-nya dari Ishaq bin Rahuyah.
2. Makruh hukumnya berkumpul bersama-sama di masjid pada malam Nishfu Sya’ban untuk melakukan shalat, bercerita, dan berdoa, dan tidak dimakruhkan pada malam itu bagi seseorang yang melakukan shalat sendiri-sendiri. Keterangan ini disampaikan oleh Imam al-Auza’i, seorang pemuka, ahli fiqih dan ulama negara Syam. Keterangan inilah yang lebih dekat kebenarannya.
Untuk lebih detailnya, silahkan merujuk ke kitab 𝘔𝘢𝘥𝘻𝘢 𝘧𝘪𝘪 𝘚𝘺𝘢’𝘣𝘢𝘯 karya Dr. Sayyid Muhammad Alawi al Maliki. (*)
Sumber: Telegram Pencinta Ilmu