
Bulan Ramadhan. (foto: ist/*)
BLOGGURU – Berikut ini Terjemah Kitab Tsalātsūna Nashshan Fi Ahkāmish Shiyām (Bagian Keenam) tentang Dua Syarat agar PUASA RAMADHAN dapat menghapuskan Dosa-dosa yang telah lalu.
Dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu*, beliau mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Artinya:
“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dan shalat tarawih padanya karena iman dan mengharapkan (pahala) niscaya Allah akan ampuni dosanya telah lalu . Dan barangsiapa yang shalat tarawih pada malam lailatul qadr dengan karena iman dan mengharapkan (pahala), niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu”. (Imam At-Tirmidzi mengatakan : Shahih, hadits tersebut terdapat dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi nomor : 683)
Asy-Syaikh Ibrahim bin Abdillah Al-Mazru’i hafizhahullah ta’ala* mengatakan:
Artinya:
“Asal hadits ini adalah dalam shahih Bukhari dan Muslim sebagaimana yang telah diketahui, akan tetapi datang tiga amalan disini dalam satu lafazh : Puasa Ramadhan, Qiyam Ramadhan, Qiyam Lailatul Qadar Ini juga menunjukkan keutamaan berpuasa pada bulan Ramadhan, qiyam pada bulan Ramadhan dan qiyam pada lailatul qadar, yaitu diampuni dosanya yang telah lalu, akan tetapi dengan dua syarat: (1) Karena keimanan, (2) Dan karena mengharapkan Yakni: Membenarkan Allah ‘Azza wa Jalla membenarkan pahala-Nya dan mengharapkan pahalanya, Mengikhlaskan karena Allah ‘Azza wa Jalla pada puasanya dan qiyamnya, dan mengharapkan pahalanya Karena keimanan dan mengharapkan, dia mengharapkan balasan dan pahala dari puasa dan qiyam ini Apabila telah terpenuhi dua syarat ini, niscaya dia akan diampuni dosanya yang telah lalu Sehingga wajib bagi kita untuk bersungguh-sungguh pada bulan ini dan kita mengikhlaskan untuk Allah ‘Azza wa Jalla “.
Sumber: Tsalātsūna Nushshan Fi Ahkāmish Shiyām, hlm. 3. (*)