
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Di antara materi nahwu dasar patut untuk diberikan perhatian adalah Nadhom ad-Durrah al-Yatiimah yang ada di hadapan kita sekarang ini. Boleh dibilang Nadhom ini merupakan Ajurumiyyah versi madzhab Bashrah. Seringkali kitab ini dibandingkan dengan Ajurumiyyah karena kesamaan keringkasan materi pada keduanya. Meskipun begitu, tetap terdapat beberapa perbedaan corak bahasa antara keduanya. Kita tahu bahwa Ajurumiyyah lebih condong pada asas madzhab Kufah sedangkan al-Yatiimah ini lebih condong kepada Madzhab Bashrah.
Nadhom ad-Durroh al-Yatiimah ini ini termasuk materi yang jarang dibahas padahal di dalamnya sarat akan ilmu dan hikmah. Untuk mempemudah para pembelajar untuk mengenal nadhom tersebut dan juga memahami kaidah dasar nahwu, penyusun membuat terjemah dan juga syarah ringkasnya.
I’rob menurut istilah ahli nahwu ialah berubahnya akhir kalimat dikarnakan adanya amil yang masuk , baik secara lafdzi maupun taqdiri ( kira – kira ). Seperti : جاء زيد , رايت زيدا , مررت بزيد
I’rob dibagi menjadi empat, yaitu:
I’rob rofa’ dan nasob bhsa masuk pada kalimat fi’il dan kalimat isim.
Tanda I’rob rofa’ ada empat : dhommah , wawu , alif dan tsubutunnun.dan bahwasanya wawu,alif , tsubutunnun tersebut adalah gentian dari dhommah. sedangkan nasob ada lima : fathah ,alif, kasro, ya’, hadfu nun.
Irob jer khusus masuk pada kalimat isim sedangkan I’rob jazem khusus masuk pada kalimat fi’il mudhori’.
I’rob itu adakalanya muqoddar seperti I’robnya lafad عبدى dan الفتى,dan semua isim manqus selsin tingka nasob .
Isim manqus : Isim dhohir yang akhirnya berupa ya’ lazimah,dan huruf sebelum ya’ dibaca kasroh . seperti : القاضى
Isim maqsur : Isim dhohir yang akhirnya berupa alif lazimah,dan huruf sebelum alif dibaca fathah . seperti : الفتى
تنبيه isim mufrod, jama’ taksir, jama’ muannasslim bila dimudhofkan pada ya’ mutakallim maka huruf akhirnya harus dibaca kasroh(huruf sebelum ya’ mutakallim ) dan ya’ mutakallim boleh dibaca sukun dan fathah,tapi yang paling terlaku dibaca sukun.
Apabila berupa isim manqush,isim maqsur,isim tasniyah,jama’ mudakar salim, maka huruf akhirnya harus dibaca sukun( huruf sebelum ya’ mutakallim )dan ya’ mutakallim dibaca fathah.(Al-qowaidussorfiyyah jus II)
Hukumilah dengan hukum mabni pada isim yang serupa dengan huruf .
Isim ada dua macam yaitu:
1. Isim mu’rob : isim yang selamat dari syibeh(serupa) dengan huruf.baik secara lafdi seperti :مجتهدmaupun taqdiri seperti :عبدى والفتى
2. Isim mabni : isim yang serupa (serupa) dengan huruf seperti ta’ (تاء)dan nun (نون)nya lafad فى اسمى جئتنا.
Fi’il mudhori’ mu’tal akhir wawu , ya’ dan alif( ( يدعو, يرمى, يرى maka tanda I’rob rofa’ dan nasobnya contoh yang akhir (يرى ) dikira-kirakan.
Dhohirkanlah I’rob nasobnya dua contoh yang awal
Sedangkan semua I’rob jazem contoh diatas ( ( يدعو, يرمى, يرى dengan membuang huruf akhir ( huruf ‘ilat). misalnya lafad يدعو menjadi لم يدع
***
(Bersambung … )
(* Muhammad Farid Wajdi, Pembelajar Nahwu-Shorof/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.