Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Faidah-faidah Bulan Rajab (Part 2)

Amalan di Bulan Rajab

Ilustrasi – Amalan di Bulan Rajab. (foto: ist/*)

Related Post: Do’a Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib di Bulan Rajab

BLOGGURU – Bulan-bulan haram dalam Islam ini termasuk Rajab- memiliki kedudukan yang agung di sisi Allah Taala. Di dalamnya diharamkan menzalimi diri sendiri dengan melakukan kemaksiatan dan melanggar hukum-hukum Allah. Hal itu sebagaimana firman Allah ta’ala:

 

فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكم

 

Artinya:

“Janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu,” (QS. At-Taubah/9: 36).

Maksudnya, janganlah kalian menganiaya diri kalian pada bulan-bulan haram ini; karena dosa yang dilakukan di dalamnya lebih besar daripada dosa yang dilakukan di bulan lain. Meskipun kezaliman dan dosa dilarang di bulan- bulan lainnya, namun keharamannya lebih besar di bulan-bulan haram ini; karena keagungan dan kesuciannya yang begitu besar di sisi Allah Taala Qatadah rahimahullah ta’ala berkata: “Sesungguhnya kezaliman yang dilakukan di bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada kezaliman yang dilakukan di bulan-bulan lain. Meskipun kezaliman itu sendiri besar (dosanya, pen) dalam setiap kondisi, namun Allah menjadikan besar sebuah perkara menurut kehendaki- Nya”. Tafsir At-Thabari (14/238) dan Tafsir Ibnu Katsir (4/148).

Setiap muslim wajib mengagungkan bulan-bulan haram dengan menjaga batasan-batasan Allah Ta’ala di dalamnya, melaksanakan kewajiban-kewajiban-Nya, bersemangat dalam melakukan ketaatan dan ibadah sesuai dengan keridaan-Nya. Selain itu, setiap muslim hendak-nya tidak menzalimi dirinya dengan menerjang hal-hal yang diharamkan Allah, melakukan apa yang dibenci oleh-Nya, dan melanggar batasan- batasan-Nya, khususnya di bulan ini dan bulan- bulan lainnya.
Tidak ada satu pun hadis shahih tentang keutamaan bulan Rajab secara spesifik. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Tidak ada satu pun hadis shahih yang bisa dijadikan hujjah tentang keutamaan bulan Rajab, puasanya, puasa tertentu pada sebagiannya dan tidak pula shalat pada malam-malam tertentu di dalamnya”. ((Ta’ yīn Al ‘Ajab bimā Warada fi Syahri Rajab, hal. 11)) (*)

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR