
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, hari ini, Sabtu (11/10/2025), penulis mengikuti perkuliahan S2 Non reguler Program Dirasah Islamiyah Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam (SPI) dan sesuai jadwal, Untuk tiap Hari Sabtu, pada pukul 10.00 – 12.00 WITA, mata kuliah “Studi Hadits” dibawakan oleh Prof Dr Muhammad Yahya, dan pada Pukul 13.00 – 15.00 WITA, mata kuliah “Metodologi Penelitian” dibawakan oleh Dr Irwan Misbah.
Prof Dr Muhammad Yahya, M. Ag dalam kuliah onlinenya via Zoom mempersilahkan penulis sebagai penyaji makalah pertama sesuai urutan RPS Mata Kuliah Studi Hadits, yaitu Pengantar Studi Hadits: Ruang Lingkup dan Urgensi. Alhamdulillah, presentasi penulis dianggap bagus dan lengkap, hampir-hampir tidak menyisakan celah pertanyaan. “Presentasi bagus, detail dan lengkap”, ujar Prof Dr Muhammad Yahya, M.Ag. Meski begitu, penulis tetap membuka diri pada mahasiswa lainnya pada sesi pertanyaan, tanggapan, sanggahan ataupun konfirmasi dari materi pembelajaran yang telah dibahas. Beberapa pertanyaan yang mengemuka adalah: (1) Bagaimana Hadits dapat menjadi Pusat atau Sumber Inspirasi/Pedoman dalam Membangun Masyarakat yang Adil dan Beradab (Tuti), (2) Bagaimana sikap kita jika mendapati ada Hadits (?) yang bertentangan dengan Al-Qur’an (Arjung Marendeng), (3) Peran Hadits dalam Membentuk Tradisi dan Hukum-hukum Islam (Sahdino Syahdana). Setelah tak ada tanggapan dari teman-teman Mahasiswa, Alhamdulillah, Prof Dr Muhammad Yahya, M.Ag sendiri yang memberikan penegasan dan penguatan. Lihat disini: Presentasi Muhammad Farid Wajdi: Pengantar Studi Hadits: Ruang Lingkup dan Urgensinya
Sementara itu, pada perkuliahan “Metodologi Penelitian”, Dr Irwan Misbah menguraikan tentang beda Penelitian Kuantitatif dengan Penelitian Kualitatif, juga menyinggung tentang bagaimana menemukan literatur yang relevan dengan penelitian. Beliau juga sempat menegaskan ulang terkait variabel terikat yang menjadi tujuan penelitian, dan meminta mahasiswa cermat melihat topik yang jelas sebagai kata kunci penelitian. Begitu pula dalam mengidentifikasi kesenjangan teori.
Pada sesi tanya jawab, penulis juga ‘melihat ulang’ draft judul penelitian yang sempat dipresentasikan pekan lalu, dan menemukan judul penelitian yang lebih tepat. Penulis akhirnya teringat ungkapan faktual dari Dr Irwan Misbah, bahwa seringkali mahasiswa S2 mempersulit dirinya sendiri dalam melakukan penelitian, padahal sudah banyak terbukti bahwa Tesis yang paling baik adalah Tesis yang selesai, dan karena hal ini, penulis kemudian memilih judul tesis yang kemungkinan besar lebih bisa diselesaikan cepat daripada draft judul yang diajukan pekan sebelumnya, yaitu: “Sumbangsih Orang Melayu terhadap Proses Islamisasi pada Masa Kerajaan Siang”. Di akhir perkuliahan, Dr Irwan Misbah menugaskan setiap mahasiswa agar menyusun “Tinjauan Teoritis” dan “Kerangka Konsep” dari masing-masing draft judul penelitian yang telah diajukan atau telah dipresentasikan.
Demikian sedikit catatan perkuliahan hari ini, Sabtu (11/10/2025), lebih kepada upaya mengingat materi pembelajaran yang telah diterima dari Dosen, yang Alhamdulillah, hari ini berjalan dengan lancar dan sukses. Semoga bermanfaat adanya, khususnya bagi penulis sendiri. Barakallahu fiikum. (*)
Minasatene-Pangkep, 11 Oktober 2025
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.