Catatan: beberapa koleksi naskah/arsip adalah kumpulan ribuan dokumen (mis. arsip VOC) sehingga perlu pencarian terfokus (kata kunci: “Siang”, “Pangkajene”, “Celebes”, nama-nama penguasa lokal, tahun abad XVI–XVII). Penulis sertakan pula nama institusi dan halaman profil koleksinya sebagai titik awal. Lihat: Anri+2Perpustakaan Universitas Leiden+2
I. Daftar Pustaka (APA — Pilihan lengkap untuk artikel)
Sumber primer (naskah & konto-narasi klasik)
Barbosa, D. (c. 1516). The Book of Duarte Barbosa: An Account of the People and Places of the East (terjemahan ed.). (Gunakan edisi terjemahan modern / ed. kritis bila tersedia).
Pires, T. (c. 1512). Suma Oriental (ed./trans. modern).
Sejarah Melayu (Hikayat Melayu / Malay Annals). (Naskah manuskrip; berbagai edisi dan terjemahan tersedia — lihat edisi cetak kritis untuk kutipan langsung).
Lontara / Lontarak (kronik dan naskah Bugis–Makassar: La Galigo, patturioloang, attoriolong). (Lontara manuscripts; lihat koleksi Leiden, Perpustakaan Nasional RI, ANRI).
Sumber arsip kolonial & catatan pelaut
Archives of the Dutch East India Company (VOC) — general correspondence and reports. (VOC records: National Archives of the Netherlands; salinan/media di ANRI/Jakarta).
Portuguese accounts and chronicles (16th century) — laporan pelaut dan penjelajah (termasuk deskripsi pelabuhan di Sulawesi).
Sumber sekunder (monografi & artikel ilmiah penting)
Andaya, L. Y. (1981). The Heritage of Arung Palakka: A History of South Sulawesi in the Seventeenth Century. Ann Arbor: University of Michigan Press.
Andaya, B. W., & Andaya, L. Y. (2001). A History of Early Modern Southeast Asia, 1400–1830. Cambridge: Cambridge University Press.
Reid, A. (1988). Southeast Asia in the Age of Commerce, 1450–1680 (Vols. 1–2). New Haven: Yale University Press.
Macknight, C. (2009). The Voyage to Marege: Trade and Politics in the Eastern Archipelago. (atau karya Macknight tentang Makassar dan Lontara).
Cummings, W. (2007). Making Blood White: Historical Transformations in Early Modern Makassar. Honolulu: University of Hawai‘i Press.
Caldwell, I. (ed.). (year). Malay and Indo-Muslim Sources on the Early Islamic Period in Southeast Asia. (kumpulan artikel/naskah—lihat jurnal-jurnal regional).
Wolters, O. W. (1967). Early Indonesian Commerce: A Study of the Origins of Srivijaya. Ithaca: Cornell University Press. (teori perdagangan-maritim & difusi).
Artikel jurnal & kajian lokal (pilihan)
(Contoh format—cari versi final / DOI ketika menulis bibliografi akhir)
Zainal, A. A. (1983). “The Emergence of Early Kingdoms in South Sulawesi.” Journal/Repository, pp. xx–xx.
(Artikel akademik tentang Jejak Arkeologi Siang — publikasi lokal/universitas/perpustakaan digital regional)
II. Daftar Pustaka (Chicago — Author-Date & Notes style; contoh Author-Date)
Sumber primer (manuskrip dan akun klasik)
Barbosa, Duarte. (c. 1516). The Book of Duarte Barbosa: An Account of the People and Places of the East. [ed./trans. modern].
Pires, Tomé. (c. 1512). Suma Oriental. [ed./trans. modern].
Sejarah Melayu (Hikayat Melayu). Naskah manuskrip; edisi cetak kritis.
Lontara manuscripts (I La Galigo; attoriolong; patturioloang). Various repositories.
Sumber arsip kolonial
Archive of the Dutch East India Company (VOC). Nationaal Archief (The Hague); also collections at ANRI (Jakarta) and Leiden University special collections.
Sumber sekunder (monografi utama)
Andaya, Leonard Y. 1981. The Heritage of Arung Palakka: A History of South Sulawesi in the Seventeenth Century. Ann Arbor: University of Michigan Press.
Andaya, Barbara Watson, and Leonard Y. Andaya. 2001. A History of Early Modern Southeast Asia, 1400–1830. Cambridge: Cambridge University Press.
Reid, Anthony. 1988. Southeast Asia in the Age of Commerce, 1450–1680. 2 vols. New Haven: Yale University Press.
Cummings, William. 2007. Making Blood White: Historical Transformations in Early Modern Makassar. Honolulu: University of Hawai‘i Press.
Macknight, C. (ed.). (Year). [Works on Makassar and Bugis-Lontara].
Journal articles & regional studies
Zainal, A. A. 1983. “The Emergence of Early Kingdoms in South Sulawesi.” [Journal Name] xx (x): xx–xx.
(Include local university journals, OJS, Jurnal Sejarah lokal etc.)
III. Rekomendasi Koleksi Naskah & Arsip (yang harus dicari — lengkap dengan catatan praktis)
Tips pencarian: gunakan kata kunci bahasa Inggris dan Indonesia, serta variasi toponimi lama (Siang, Siyaŋ, Sian, Pangkajene, Pangkajene dan Kepulauan, Celebes, Makassar, Boné, Gowa). Untuk naskah lontara, masukkan istilah Lontara / lontar / patturioloang / attoriolong / La Galigo.
1) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta — koleksi arsip VOC & dokumen kolonial
-
Mengapa penting: ANRI menyimpan banyak dokumen VOC dan arsip administrasi kolonial yang berisi surat-menyurat, laporan pelayaran, kontrak dagang, dan korespondensi dengan penguasa lokal—sumber penting untuk keberadaan pelabuhan dan kontak perdagangan. Lihat: Anri+1
-
Yang dicari: series dokumen VOC terkait Celebes/Sulawesi; laporan komèrsi; peta; laporan perhitungan penduduk; nama-nama raja/pengirim upeti.
-
Catatan praktis: akses online sebagian ada, namun riset lapangan/permintaan reproduksi mungkin diperlukan.
2) Nationaal Archief (The Hague) — VOC records (Generale Missiven, Dagregisters)
-
Mengapa penting: arsip VOC di Belanda memuat surat-menyurat pusat, laporan pelayaran dan perdagangan lintas-Asia yang sering menyebut pelabuhan-pelabuhan di Sulawesi. (VOC records juga diduplikasi sebagian di ANRI). Lihat: Sejarah Nusantara
-
Yang dicari: Generale Missiven, log kapal, daftar dagang, peta maritim, laporan pejabat VOC tentang Celebes/Siang.
-
Catatan praktis: banyak inventaris tersedia online; periksa katalog sebelum kunjungan.
3) Leiden University Libraries — Southeast Asian Special Collections (manuskrip Melayu, Lontara, La Galigo)
-
Mengapa penting: Leiden menyimpan salah satu koleksi manuskrip Melayu & Nusantara tertua, termasuk naskah-naskah Lontara dan terjemahan/diarikon yang relevan. Koleksi ini krusial untuk naskah Lontara/La Galigo dan hikayat. Lihat: Perpustakaan Universitas Leiden+1
-
Yang dicari: manuskrip Lontara (La Galigo), Hikayat lokal, salinan Sejarah Melayu, catatan perdagangan.
-
Catatan praktis: katalog online Leiden memungkinkan pencarian per nomor manuskrip.
4) British Library — Malay Manuscripts & Southeast Asian holdings
-
Mengapa penting: koleksi manuskrip Melayu dan beberapa naskah regional (termasuk naskah-naskah yang dikumpulkan oleh kolektor Inggris) serta beberapa catatan terjemahan/diary pelaut. Lihat: Scroll.in
-
Yang dicari: manuskrip Melayu, terjemahan catatan pelaut, salinan kronik regional.
5) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Jakarta
-
Mengapa penting: koleksi naskah, terbitan daerah, manuskrip lontara yang telah digarap/diromanisasikan, serta edisi cetak lokal.
-
Yang dicari: naskah lokal, edisi terjemahan, penelitian lokal tentang Siang/Pangkajene.
6) Universitas & Perpustakaan Daerah Sulawesi Selatan (Makassar, Ujung Pandang) — Museum, Arsip Daerah
-
Mengapa penting: sumber lokal, koleksi lontar, registri kerajaan, dan arsip daerah (arsip kerajaan lokal), serta keturunan keluarga yang memegang lontar.
-
Yang dicari: naskah keluargaan (lontar), kronik lokal (patturioloang), wawancara oral yang terdokumentasi. Lihat: Wikipedia+1
7) Tropenmuseum / KITLV (Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies) — koleksi etnografi & manuskrip
-
Mengapa penting: foto, artefak, manuskrip dan catatan lapangan dari penelitian kolonial yang berisi bukti material/perdagangan.
-
Yang dicari: catatan etnografi, artefak perdagangan, seal/inskripsi, manuskrip Bugis/Makassar.
8) British & Portuguese archival sources (Arquivo Nacional Torre do Tombo — Lisbon; British Library / India Office Records)
-
Mengapa penting: catatan pelaut Portugis (Tomé Pires, kronik Portugis) dan British India Office memuat pengamatan awal tentang jalur pelayaran dan pelabuhan di Nusantara. (Suma Oriental, catatan pelaut). Lihat: tile.loc.gov+1
9) Koleksi Digital & Database (digitized manuscripts)
-
Mengapa penting: banyak institusi (British Library, Leiden, Perpusnas, ANRI) kini mendigitalkan koleksi sehingga memudahkan penelusuran awal. Periksa katalog online & portal digitasi institusi terkait. Lihat: Scroll.in+1
IV. Contoh Entri Daftar Pustaka (lengkap dengan format contoh)
Di bawah ini contoh entri yang penulis masukkan langsung ke bibliografi tesis/disertasi (silakan ganti edisi/terjemahan/halaman sesuai versi yang bisa digunakan):
APA (sample entries)
Andaya, L. Y. (1981). The heritage of Arung Palakka: A history of South Sulawesi in the seventeenth century. Ann Arbor: University of Michigan Press.
Andaya, B. W., & Andaya, L. Y. (2001). A history of early modern Southeast Asia, 1400–1830. Cambridge: Cambridge University Press.
Cummings, W. (2007). Making blood white: Historical transformations in early modern Makassar. Honolulu: University of Hawai‘i Press.
Reid, A. (1988). Southeast Asia in the age of commerce, 1450–1680 (Vols. 1–2). New Haven: Yale University Press.
Pires, T. (c. 1512). Suma Oriental (ed./trans. modern). [Cantumkan edisi / penerjemah dan penerbit].
Barbosa, D. (c. 1516). The Book of Duarte Barbosa: An Account of the People and Places of the East. [ed./trans. modern]. [Cantumkan edisi / penerjemah].
Sejarah Melayu (Malay Annals). (ed./trans. modern). [Cantumkan edisi & penerjemah].
Chicago (Author-Date, sample entries)
Andaya, Leonard Y. 1981. The Heritage of Arung Palakka: A History of South Sulawesi in the Seventeenth Century. Ann Arbor: University of Michigan Press.
Andaya, Barbara Watson, and Leonard Y. Andaya. 2001. A History of Early Modern Southeast Asia, 1400–1830. Cambridge: Cambridge University Press.
Cummings, William. 2007. Making Blood White: Historical Transformations in Early Modern Makassar. Honolulu: University of Hawai‘i Press.
Reid, Anthony. 1988. Southeast Asia in the Age of Commerce, 1450–1680. 2 vols. New Haven: Yale University Press.
Pires, Tomé. (c.1512). Suma Oriental. [ed./trans. modern, details].
Barbosa, Duarte. (c.1516). The Book of Duarte Barbosa. [ed./trans. modern, details].
Sejarah Melayu (Malay Annals). [ed./trans. modern, details].
V. Saran Operasional untuk Pengarsipan & Kutipan Naskah
-
Catat nomor koleksi & shelfmark saat menemukan manuskrip (mis. Leiden MS Or.XXX atau ANRI fond/series/box). Ini penting untuk kutipan dan permintaan reproduksi. Lihat: Perpustakaan Universitas Leiden+1
-
Minta digitasi atau foto bila tersedia—beberapa koleksi memungkinkan pemesanan reproduksi.
-
Periksa edisi kritis naskah (mis. edisi La Galigo/Sejarah Melayu) sebelum mengutip; jika mengutip dari manuskrip asli, sertakan transliterasi & terjemahan.
-
Triangulasi sumber: padankan data naskah lokal dengan catatan VOC/Portugis/Belanda untuk koreksi kronologi dan konteks. Lihat: Sejarah Nusantara+1
Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)







