Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Simpan Saja Dulu: Daftar Pustaka Untuk Penelitianku

Simpan Saja Dulu: Daftar Pustaka Untuk Penelitianku

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Puang Awalli dan Cahaya Ulama dari Pangkep

BLOGGURU – Tulisan ini merupakan bahan pemerkaya untuk penyusunan daftar pustaka bagi penelitian penulis, “Sumbangsih Orang Melayu terhadap Proses Islamisasi Masa Kerajaan Siang”, termasuk diantaranya koleksi naskah lama dan arsip yang harus dicari.

Berikut ini hasil penelusuran daftar pustaka dalam dua gaya (APA dan Chicago), serta dengan sedikit tambahan koleksi naskah dan arsip yang direkomendasikan beserta catatan singkat soal apa yang kemungkinan ditemukan pada tiap koleksi. Penulis juga mencantumkan sumber institusional utama (arsip/perpustakaan) sebagai rujukan—hal ini untuk memudahkan penulis nantinya langsung menelusuri koleksi-koleksi tersebut. Untuk kejelasan, bagian pertama adalah Daftar Pustaka (APA), diikuti Daftar Pustaka (Chicago), lalu Rekomendasi Koleksi Naskah & Arsip dengan catatan praktis dan link institusi.

Catatan: beberapa koleksi naskah/arsip adalah kumpulan ribuan dokumen (mis. arsip VOC) sehingga perlu pencarian terfokus (kata kunci: “Siang”, “Pangkajene”, “Celebes”, nama-nama penguasa lokal, tahun abad XVI–XVII). Penulis sertakan pula nama institusi dan halaman profil koleksinya sebagai titik awal. Lihat: Anri+2Perpustakaan Universitas Leiden+2

I. Daftar Pustaka (APA — Pilihan lengkap untuk artikel)

Sumber primer (naskah & konto-narasi klasik)
Barbosa, D. (c. 1516). The Book of Duarte Barbosa: An Account of the People and Places of the East (terjemahan ed.). (Gunakan edisi terjemahan modern / ed. kritis bila tersedia).
Pires, T. (c. 1512). Suma Oriental (ed./trans. modern).
Sejarah Melayu (Hikayat Melayu / Malay Annals). (Naskah manuskrip; berbagai edisi dan terjemahan tersedia — lihat edisi cetak kritis untuk kutipan langsung).
Lontara / Lontarak (kronik dan naskah Bugis–Makassar: La Galigo, patturioloang, attoriolong). (Lontara manuscripts; lihat koleksi Leiden, Perpustakaan Nasional RI, ANRI).

Sumber arsip kolonial & catatan pelaut
Archives of the Dutch East India Company (VOC) — general correspondence and reports. (VOC records: National Archives of the Netherlands; salinan/media di ANRI/Jakarta).
Portuguese accounts and chronicles (16th century) — laporan pelaut dan penjelajah (termasuk deskripsi pelabuhan di Sulawesi).

Sumber sekunder (monografi & artikel ilmiah penting)
Andaya, L. Y. (1981). The Heritage of Arung Palakka: A History of South Sulawesi in the Seventeenth Century. Ann Arbor: University of Michigan Press.
Andaya, B. W., & Andaya, L. Y. (2001). A History of Early Modern Southeast Asia, 1400–1830. Cambridge: Cambridge University Press.
Reid, A. (1988). Southeast Asia in the Age of Commerce, 1450–1680 (Vols. 1–2). New Haven: Yale University Press.
Macknight, C. (2009). The Voyage to Marege: Trade and Politics in the Eastern Archipelago. (atau karya Macknight tentang Makassar dan Lontara).
Cummings, W. (2007). Making Blood White: Historical Transformations in Early Modern Makassar. Honolulu: University of Hawai‘i Press.
Caldwell, I. (ed.). (year). Malay and Indo-Muslim Sources on the Early Islamic Period in Southeast Asia. (kumpulan artikel/naskah—lihat jurnal-jurnal regional).
Wolters, O. W. (1967). Early Indonesian Commerce: A Study of the Origins of Srivijaya. Ithaca: Cornell University Press. (teori perdagangan-maritim & difusi).

Artikel jurnal & kajian lokal (pilihan)
(Contoh format—cari versi final / DOI ketika menulis bibliografi akhir)
Zainal, A. A. (1983). “The Emergence of Early Kingdoms in South Sulawesi.” Journal/Repository, pp. xx–xx.
(Artikel akademik tentang Jejak Arkeologi Siang — publikasi lokal/universitas/perpustakaan digital regional)

II. Daftar Pustaka (Chicago — Author-Date & Notes style; contoh Author-Date)

Sumber primer (manuskrip dan akun klasik)
Barbosa, Duarte. (c. 1516). The Book of Duarte Barbosa: An Account of the People and Places of the East. [ed./trans. modern].
Pires, Tomé. (c. 1512). Suma Oriental. [ed./trans. modern].
Sejarah Melayu (Hikayat Melayu). Naskah manuskrip; edisi cetak kritis.
Lontara manuscripts (I La Galigo; attoriolong; patturioloang). Various repositories.

Sumber arsip kolonial
Archive of the Dutch East India Company (VOC). Nationaal Archief (The Hague); also collections at ANRI (Jakarta) and Leiden University special collections.

Sumber sekunder (monografi utama)
Andaya, Leonard Y. 1981. The Heritage of Arung Palakka: A History of South Sulawesi in the Seventeenth Century. Ann Arbor: University of Michigan Press.
Andaya, Barbara Watson, and Leonard Y. Andaya. 2001. A History of Early Modern Southeast Asia, 1400–1830. Cambridge: Cambridge University Press.
Reid, Anthony. 1988. Southeast Asia in the Age of Commerce, 1450–1680. 2 vols. New Haven: Yale University Press.
Cummings, William. 2007. Making Blood White: Historical Transformations in Early Modern Makassar. Honolulu: University of Hawai‘i Press.
Macknight, C. (ed.). (Year). [Works on Makassar and Bugis-Lontara].

Journal articles & regional studies
Zainal, A. A. 1983. “The Emergence of Early Kingdoms in South Sulawesi.” [Journal Name] xx (x): xx–xx.
(Include local university journals, OJS, Jurnal Sejarah lokal etc.)

III. Rekomendasi Koleksi Naskah & Arsip (yang harus dicari — lengkap dengan catatan praktis)

Tips pencarian: gunakan kata kunci bahasa Inggris dan Indonesia, serta variasi toponimi lama (Siang, Siyaŋ, Sian, Pangkajene, Pangkajene dan Kepulauan, Celebes, Makassar, Boné, Gowa). Untuk naskah lontara, masukkan istilah Lontara / lontar / patturioloang / attoriolong / La Galigo.

1) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta — koleksi arsip VOC & dokumen kolonial

  • Mengapa penting: ANRI menyimpan banyak dokumen VOC dan arsip administrasi kolonial yang berisi surat-menyurat, laporan pelayaran, kontrak dagang, dan korespondensi dengan penguasa lokal—sumber penting untuk keberadaan pelabuhan dan kontak perdagangan. Lihat: Anri+1

  • Yang dicari: series dokumen VOC terkait Celebes/Sulawesi; laporan komèrsi; peta; laporan perhitungan penduduk; nama-nama raja/pengirim upeti.

  • Catatan praktis: akses online sebagian ada, namun riset lapangan/permintaan reproduksi mungkin diperlukan.

2) Nationaal Archief (The Hague) — VOC records (Generale Missiven, Dagregisters)

  • Mengapa penting: arsip VOC di Belanda memuat surat-menyurat pusat, laporan pelayaran dan perdagangan lintas-Asia yang sering menyebut pelabuhan-pelabuhan di Sulawesi. (VOC records juga diduplikasi sebagian di ANRI). Lihat: Sejarah Nusantara

  • Yang dicari: Generale Missiven, log kapal, daftar dagang, peta maritim, laporan pejabat VOC tentang Celebes/Siang.

  • Catatan praktis: banyak inventaris tersedia online; periksa katalog sebelum kunjungan.

3) Leiden University Libraries — Southeast Asian Special Collections (manuskrip Melayu, Lontara, La Galigo)

  • Mengapa penting: Leiden menyimpan salah satu koleksi manuskrip Melayu & Nusantara tertua, termasuk naskah-naskah Lontara dan terjemahan/diarikon yang relevan. Koleksi ini krusial untuk naskah Lontara/La Galigo dan hikayat. Lihat: Perpustakaan Universitas Leiden+1

  • Yang dicari: manuskrip Lontara (La Galigo), Hikayat lokal, salinan Sejarah Melayu, catatan perdagangan.

  • Catatan praktis: katalog online Leiden memungkinkan pencarian per nomor manuskrip.

4) British Library — Malay Manuscripts & Southeast Asian holdings

  • Mengapa penting: koleksi manuskrip Melayu dan beberapa naskah regional (termasuk naskah-naskah yang dikumpulkan oleh kolektor Inggris) serta beberapa catatan terjemahan/diary pelaut. Lihat: Scroll.in

  • Yang dicari: manuskrip Melayu, terjemahan catatan pelaut, salinan kronik regional.

5) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Jakarta

  • Mengapa penting: koleksi naskah, terbitan daerah, manuskrip lontara yang telah digarap/diromanisasikan, serta edisi cetak lokal.

  • Yang dicari: naskah lokal, edisi terjemahan, penelitian lokal tentang Siang/Pangkajene.

6) Universitas & Perpustakaan Daerah Sulawesi Selatan (Makassar, Ujung Pandang) — Museum, Arsip Daerah

  • Mengapa penting: sumber lokal, koleksi lontar, registri kerajaan, dan arsip daerah (arsip kerajaan lokal), serta keturunan keluarga yang memegang lontar.

  • Yang dicari: naskah keluargaan (lontar), kronik lokal (patturioloang), wawancara oral yang terdokumentasi. Lihat: Wikipedia+1

7) Tropenmuseum / KITLV (Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies) — koleksi etnografi & manuskrip

  • Mengapa penting: foto, artefak, manuskrip dan catatan lapangan dari penelitian kolonial yang berisi bukti material/perdagangan.

  • Yang dicari: catatan etnografi, artefak perdagangan, seal/inskripsi, manuskrip Bugis/Makassar.

8) British & Portuguese archival sources (Arquivo Nacional Torre do Tombo — Lisbon; British Library / India Office Records)

  • Mengapa penting: catatan pelaut Portugis (Tomé Pires, kronik Portugis) dan British India Office memuat pengamatan awal tentang jalur pelayaran dan pelabuhan di Nusantara. (Suma Oriental, catatan pelaut). Lihat:  tile.loc.gov+1

9) Koleksi Digital & Database (digitized manuscripts)

  • Mengapa penting: banyak institusi (British Library, Leiden, Perpusnas, ANRI) kini mendigitalkan koleksi sehingga memudahkan penelusuran awal. Periksa katalog online & portal digitasi institusi terkait. Lihat: Scroll.in+1

IV. Contoh Entri Daftar Pustaka (lengkap dengan format contoh)

Di bawah ini contoh entri yang penulis masukkan langsung ke bibliografi tesis/disertasi (silakan ganti edisi/terjemahan/halaman sesuai versi yang bisa digunakan):

APA (sample entries)

Andaya, L. Y. (1981). The heritage of Arung Palakka: A history of South Sulawesi in the seventeenth century. Ann Arbor: University of Michigan Press.

Andaya, B. W., & Andaya, L. Y. (2001). A history of early modern Southeast Asia, 1400–1830. Cambridge: Cambridge University Press.

Cummings, W. (2007). Making blood white: Historical transformations in early modern Makassar. Honolulu: University of Hawai‘i Press.

Reid, A. (1988). Southeast Asia in the age of commerce, 1450–1680 (Vols. 1–2). New Haven: Yale University Press.

Pires, T. (c. 1512). Suma Oriental (ed./trans. modern). [Cantumkan edisi / penerjemah dan penerbit].

Barbosa, D. (c. 1516). The Book of Duarte Barbosa: An Account of the People and Places of the East. [ed./trans. modern]. [Cantumkan edisi / penerjemah].

Sejarah Melayu (Malay Annals). (ed./trans. modern). [Cantumkan edisi & penerjemah].

Chicago (Author-Date, sample entries)

Andaya, Leonard Y. 1981. The Heritage of Arung Palakka: A History of South Sulawesi in the Seventeenth Century. Ann Arbor: University of Michigan Press.

Andaya, Barbara Watson, and Leonard Y. Andaya. 2001. A History of Early Modern Southeast Asia, 1400–1830. Cambridge: Cambridge University Press.

Cummings, William. 2007. Making Blood White: Historical Transformations in Early Modern Makassar. Honolulu: University of Hawai‘i Press.

Reid, Anthony. 1988. Southeast Asia in the Age of Commerce, 1450–1680. 2 vols. New Haven: Yale University Press.

Pires, Tomé. (c.1512). Suma Oriental. [ed./trans. modern, details].

Barbosa, Duarte. (c.1516). The Book of Duarte Barbosa. [ed./trans. modern, details].

Sejarah Melayu (Malay Annals). [ed./trans. modern, details].

V. Saran Operasional untuk Pengarsipan & Kutipan Naskah

  1. Catat nomor koleksi & shelfmark saat menemukan manuskrip (mis. Leiden MS Or.XXX atau ANRI fond/series/box). Ini penting untuk kutipan dan permintaan reproduksi. Lihat: Perpustakaan Universitas Leiden+1

  2. Minta digitasi atau foto bila tersedia—beberapa koleksi memungkinkan pemesanan reproduksi.

  3. Periksa edisi kritis naskah (mis. edisi La Galigo/Sejarah Melayu) sebelum mengutip; jika mengutip dari manuskrip asli, sertakan transliterasi & terjemahan.

  4. Triangulasi sumber: padankan data naskah lokal dengan catatan VOC/Portugis/Belanda untuk koreksi kronologi dan konteks. Lihat: Sejarah Nusantara+1

Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene-Pangkep, 16 Oktober 2025

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR