Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Analisis Data Kualitatif terhadap Penelitian “Sumbangsih Orang Melayu pada Proses Islamisasi Masa Kerajaan Siang”

Analisis Data Kualitatif terhadap Penelitian "Sumbangsih Orang Melayu pada Proses Islamisasi Masa Kerajaan Siang"

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Tinjauan Teoritis: Sumbangsih Orang Melayu pada Proses Islamisasi Masa Kerajaan Siang

BLOGGURU – Tulisan ini sebenarnya merupakan catatan kuliah “Metodologi Penelitian”, namun mencoba untuk melakukan Analisis Data Kualitatif terhadap rencana penelitian yang akan penulis lakukan, yaitu tentang “Sumbangsih Pedagang Melayu pada Proses Islamisasi Masa Kerajaan Siang”, setidaknya membantu dan membuka jalan bagi penelitian historis dengan langkah-langkah yang sistematis dan terukur.

Analisis data kualitatif untuk penelitian sejarah seperti “Sumbangsih Pedagang Melayu pada Proses Islamisasi Masa Kerajaan Siang” umumnya menggunakan metode historis dan melibatkan langkah-langkah yang sistematis untuk menginterpretasi data yang terkumpul.

Berikut adalah langkah-langkah utama dalam analisis data kualitatif historis:

1. Heuristik (Pengumpulan Sumber)

Tahap awal ini adalah pengumpulan data atau sumber sejarah yang relevan, yang jenisnya bisa meliputi sumber primer (arsip, naskah kuno, laporan perjalanan, catatan pedagang, hasil survei arkeologi di situs Siang) dan sumber sekunder (buku sejarah, jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu mengenai Kerajaan Siang, Islamisasi di Sulawesi Selatan, dan peran pedagang Melayu).

Data atau sumber sejarah harus berfokus pada: Keberadaan dan aktivitas pedagang Melayu di pelabuhan Siang (jalur dagang, barang dagangan, pemukiman), situasi sosial-keagamaan Kerajaan Siang pra-Islam, Bukti interaksi antara pedagang Melayu dengan masyarakat dan elit Kerajaan Siang, serta Indikasi penyebaran ajaran Islam (masjid, makam Islam, perubahan tradisi).

2. Kritik Sumber

Setelah sumber terkumpul, peneliti harus melakukan penilaian kritis terhadap sumber tersebut untuk memastikan validitas dan reliabilitasnya.

a. Kritik Eksternal (Otentisitas). Pada kritik eksternal ini yang dilakukan adalah: Memeriksa apakah sumber itu asli atau palsu, Menguji keabsahan fisik sumber: Kapan, di mana, dan oleh siapa sumber tersebut dibuat. Contoh: Apakah naskah yang menyebutkan pedagang Melayu benar-benar berasal dari periode Kerajaan Siang?

b. Kritik Internal (Kredibilitas). Pada kritik internal (kredibilitas) ini yang dilakukan adalah: Menganalisis isi sumber untuk menentukan kebenaran dan ketepatannya, dan Memeriksa integritas dan objektivitas penulis sumber. Contoh: Apakah laporan seorang penjelajah Eropa tentang pedagang Muslim Melayu di Siang bersifat bias atau faktual? Apakah laporan itu didukung oleh sumber lain?

3. Interpretasi (Penafsiran)

Tahap ini adalah inti dari analisis kualitatif historis, yaitu menafsirkan dan memaknai fakta-fakta sejarah. Yang perlu dilakukan adalah: (1) Sintesis Fakta, Menghubungkan berbagai fakta dari berbagai sumber yang lolos kritik. Peneliti mulai melihat pola dan keterkaitan sebab-akibat. (2) Kontektualisasi, dalam artian Memahami peristiwa dalam konteks ruang dan waktu spesifik (Kerajaan Siang, abad ke-16/17, jalur pelayaran pasca jatuhnya Malaka), (3) Analisis Peran. Secara spesifik, menafsirkan bagaimana kegiatan perdagangan (ekonomi) oleh pedagang Melayu menjadi sarana (media) penyebaran Islam. (4)  Melalui Interaksi Sosial, bisa dengan Analisis pernikahan, adopsi budaya, dan etika dagang Islam (kejujuran, amanah) yang ditunjukkan pedagang, (5) Melalui Dukungan Politik. Misalnya, jika ada bukti bahwa pedagang mempengaruhi elit lokal atau raja (misalnya melalui hubungan dagang yang penting) untuk menerima Islam, dan (6) Melalui Artefak, bisa dengan menghubungkan temuan arkeologi (seperti keramik, makam) dengan indikasi pengaruh Islam dan Melayu.

4. Historiografi (Penulisan Sejarah)

Tahap akhir adalah penyajian hasil analisis dalam bentuk narasi sejarah yang utuh, logis, dan argumentatif. Yang harus dilakukan adalah melakukan Konstruksi Narasi, dengan merangkai semua temuan (fakta yang terinterpretasi) menjadi cerita sejarah yang koheren, menjawab pertanyaan penelitian tentang sumbangsih pedagang Melayu. Nanti setelah itu, dilanjutkan dengan Argumentasi, dalam artian Menyajikan argumen utama dengan didukung oleh bukti-bukti yang kuat dari sumber-sumber yang telah dikritik. Untuk Gaya Penulisan bisa menggunakan bahasa yang jelas dan persuasif sesuai kaidah penulisan sejarah.

Dengan mengikuti tahapan ini, maka kemungkinan besar bisa menghasilkan analisis data kualitatif yang valid dan kredibel mengenai peran pedagang Melayu dalam proses Islamisasi pada Kerajaan Siang. Demikian catatan singkat ini sebagai upaya memperkaya bahan, teknik dan metode, serta analisis data penelitian historis. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene-Pangkep, 6 Desember 2025.

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

 

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Mengenal Matan Syatibiyah
Oleh : Immim pangkep

Mengenal Matan Syatibiyah

Kumpulan Regulasi Pesantren
Oleh : Immim pangkep

Kumpulan Regulasi Pesantren

0 Komentar

KELUAR