Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Membuat Akun Google Scholar

Membuat Akun Google Scholar

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, penulis masih senantiasa diberi waktu luang, kesehatan dan kesempatan dalam belajar banyak hal. Jalan menuntut ilmu adalah jalan pembuka bagi kemudahan masuk surga. Tidak ada ibadah dan amal kebaikan tanpa harus memahami dan melaksanakan sebagaimana ilmunya, sebagaimana yang disyariatkan, sebagaimana telah ditentukan dalil dan rujukannya dalam Al-Qur’an dan Hadits. Tidak ada ibadah dan amal kebaikan yang bernilai pahala jika tidak dilaksanakan sesuai sunnah Rasulullah SAW. Dan kesemuanya itu harus diilmui.

Hari-hari penghujung akhir Tahun 2025 ini adalah hari-hari penuh kesibukan tugas akademik. Bukan saja karena telah berakhir masa Semester 1 Perkuliahan S2 Non Reguler Program Dirasah Islamiyah yang penulis ikuti, tetapi juga pemenuhan tugas artikel termuat di Jurnal menyertai akhir semester 1 tersebut dan ini tentu membuat tidak tenang dalam masa libur akhir tahun. Ada satu kegiatan yang tiba-tiba terbersit di benak menulis untuk mengarsipkan semua artikel yang selama ini ditulis dan sudah terpublikasi. Sayangnya, hanya satu-dua diantaranya yang terindeks di Google Scholar. Hal inilah yang menjadi kelemahan penulis sehingga hari-hari ke depan akan lebih fokus pada penulisan artikel di Media Jurnal terindeks di Google Scholar, Sinta ataupun Scopus.

Bagaimana cara membuat akun Google Scholar? Ternyata sangat mudah, namun selama ini selalu saja terlewatkan untuk membuat akun Google Scholar tersebut? Pertama, Masuk ke Google Scholar dan buka buka situs https://scholar.google.com/ . Pastikan sudah login ke akun Google (Gmail) Anda. Jika belum, klik Login di pojok kanan atas. Selanjutnya klik menu “Profil Saya” (My Profile) yang terletak di pojok kiri atas halaman dan arahkan ke formulir pendaftaran profil. Berikutnya Lengkapi Data Diri dan tambahkan artikel.

Google akan menampilkan daftar artikel yang dianggap sebagai karya milik pribadi berdasarkan nama. Pilih artikel yang benar-benar milik Anda dengan mencentang kotak di sampingnya. Jika belum memiliki artikel, Anda bisa melewati langkah ini sementara (klik tanda panah biru). Selanjutnya Pengaturan Profil. Pilih “Terapkan pembaruan secara otomatis” agar Google Scholar otomatis menambahkan artikel baru jika terdeteksi di masa depan. Centang “Jadikan profil saya publik”. Jika tidak dicentang, orang lain tidak akan bisa melihat daftar sitasi Anda. Setelah itu, klik Selesai.

***
Apa manfaatnya memiliki akun Google Scholar? Ya, Google Scholar berfungsi sebagai bukti Rekam Jejak Digital (Personal Branding) Akademik. Akun Google Scholar ini berfungsi sebagai CV digital bagi mahasiswa pascasarjana, dosen, dan peneliti. Ketika orang mencari nama Anda di Google, profil Scholar Anda biasanya akan muncul di urutan atas. Ini memudahkan kolega, pemberi hibah, atau perekrut untuk melihat keahlian dan kontribusi ilmiah Anda secara instan.

Google Scholar secara otomatis menghitung berapa kali karya Anda dikutip oleh peneliti lain. Anda tidak perlu mencari satu per satu; sistem akan merangkumnya dalam statistik seperti: Total Citations: Jumlah total kutipan yang Anda terima, h-index: Metrik yang mengukur produktivitas dan dampak kutipan dari publikasi Anda, dan i10-index: Jumlah publikasi yang memiliki setidaknya 10 kutipan.  Pemilik akun Google Scholar bisa mengatur pemberitahuan email (alerts) untuk: Mengetahui kapan pun ada orang yang mengutip karya Anda, Mendapatkan info terbaru ketika rekan peneliti (competitor atau collaborator) menerbitkan jurnal baru, dan Mendapatkan rekomendasi artikel yang relevan dengan bidang minat Anda.

Di Indonesia, akun Google Scholar yang terverifikasi seringkali menjadi syarat wajib untuk: Sinkronisasi data ke SINTA (Science and Technology Index), Syarat kenaikan jabatan fungsional dosen atau pengajuan sertifikasi dosen, serta Pelaporan kinerja penelitian tahunan di universitas. Pada halaman akun Google Scholar, kita bisa menyimpan artikel-artikel penting dari peneliti lain ke dalam “Koleksi Saya”. Hal ini memudahkan Anda untuk mengorganisir referensi saat sedang menulis naskah baru tanpa harus mencarinya lagi dari awal.

Demikian sedikit catatan singkat terkait pembuatan akun Google Scholar dan manfaatnya. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene-Pangkep, 5 Januari 2026

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

KELUAR