Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Menulis Serial Nahwu Cinta

Menulis Serial Nahwu Cinta

Oleh: Muhammad Farid Wajdi  *)

Related Post: Nahwu Cinta dalam Nadzom Alfiah Ibnu Malik

BLOGGURU – Sulitkah memahami kaidah-kaidah Nahwu itu? Darimana mulai belajarnya? Kitab apa saja yang mesti dibeli dan dipelajari untuk mahir Nahwu-Shorof? Kepada siapa mesti berguru? Bagaimana caranya menghafal dan memahami bait-bait nadhom ‘Imrithi ataupun Matn Alfiah Ibnu Malik? Nah pertanyaan-pertanyaan seperti ini ramai diajukan para santri ketika pertama kali bersentuhan dengan pelajaran gramatika Arab tersebut.

Ya, betul. Untuk memahami nahwu-shorof memang tidak semudah pelajaran bahasa asing lainnya. Memahami Nahwu-Shorof membutuhkan ketekunan dan kontinuitas belajar yang panjang. Harus tekun dan pantang menyerah, dan yang terpenting: Belajar harus sesuai tahapan dan urutan babnya. Jika belum menguasai satu bab, maka jangan pindah ke bab selanjutnya. Karena sudah dapat dipastikan akan menemui kesulitan memahami kaidah nahwu-shorof jika belajarnya secara lompat-lompat. Harus berurut dan berkesinambungan.

Banyak metode belajar yang sudah diuji-coba sebagai jalan mudah dan cepat dalam menguasai nahwu-shorof. Namun pada akhirnya, untuk pemahaman dan kemahiran gramatika Arab tersebut tetap butuh ketekunan belajar dan menjaga kontinuitas pembelajaran.  Seseorang butuh ‘berdarah-darah’ untuk sampai pada keahlian nahwu-shorof. Tidak ada jalan mudah!

Sebagai pemantik semangat–bukan metode belajar mudah–dalam belajar kaidah-kaidah Nahwu, maka penulis mencoba meramu kaidah-kaidah pergaulan, percintaan serta kehidupan dalam Pelajaran nahwu tersebut dalam bentuk tulisan berseri, sebut saja “Serial Nahwu Cinta”, sesuatu yang mungkin menggugah semangat belajar generasi milenial dalam belajar Nahwu. Semoga suatu saat penulis dapat bukukan, mengumpulkan dan menerbitkannya menjadi sebuah buku.

Beberapa Kitab Nahwu. (foto: ist/*)

Beberapa Kitab Nahwu. (foto: ist/*)

Lihat pula: Menghafal Nadzom Alfiah Ibnu Malik

Beberapa Ijazah Sanad Kutub Nahwu. (foto: ist/*)

Beberapa Ijazah Sanad Kutub Nahwu. (foto: ist/*)

Untuk membuatnya lebih seru, kini tersaji dalam bentuk video-video pendek (short videos) dan terpublish di Channel Putri IMMIM. Berikut ini Serial Nahwu Cinta tersebut:

Serial Nahwu Cinta (8): Nakiroh yang Ingin Dijadikan Ma’ruf  (Videonya: DISINI)

Serial Nahwu Cinta (9): Mubtada’ boleh Memiliki dua atau lebih Khobar  (Videonya: DISINI)

Serial Nahwu Cinta (10): Jauhi Fi’il Nahi, Amalkan Fi’il Amar  (Videonya: DISINI)

Serial Nahwu Cinta (15): Makna Ungkapan كَلَامُنَا لَفْظٌ مُفِيْدٌ كَاشْثَقِمْ (Videonya: DISINI)

Untuk Serial Nahwu Cinta berikutnya, dapat mengikuti video shortnya di Youtube @Channel Etta Adil

Demikian Serial Nahwu Cinta ini. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Penikmat Nahwu-Shorof/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep. 

KELUAR