
Laporan: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Salah satu kegiatan keilmuan yang marak dilaksanakan sejak Pandemi Covid-19 Tahun 2020 melanda dunia adalah seminar online atau seminar via website, dan lazim disebut dengan istilah webinar (web seminar). Jika diselenggarakan dengan platform Zoom Cloud Meeting maka lazim pula disebut Zoominar (zoom seminar).
Daurah, Pengajian dan Pengkajian Khazanah keilmuan Islam pun tak terlepas dari sentuhan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), menafikan batas-batas tempat, wilayah dan bahkan waktu, baik menyangkut yang membawakan materi maupun pesertanya. Semuanya berlangsung cepat dan terasa semakin mudah. Masyaikh dari Timur Tengah pun seakan mudah dihadirkan untuk memberikan pengajian, daurah, dan mewariskan sanad keilmuannya kepada para santri dan penuntut ilmu di Indonesia.
Meski berlangsung online, Daurah tetap diwajibkan memperhatikan Adab-adab bermajelis. Daurah biasanya berlangsung cukup ketat jika menargetkan pewarisan sanad keilmuan, misalnya menyangkut masalah keaktifan (kehadiran), on camera, tidak terlambat masuk zoom meeting (harus lebih dahulu hadir dibanding syekh/ustadz), keharusan berbahasa arab/memahami bahasa arab, memiliki/telah membaca kitab kuning yang akan dikaji, dan lain sebagainya.
Sebagai Penanggung Jawab Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Penulis juga beberapa kali menyelenggarakan webinar dan zoominar yang diikuti oleh seluruh santri, dengan menghadirkan Direktur Pendidikan Dr Hj Amrah Kasim, MA sebagai Pemateri dan beberapa alumni untuk Pelatihan Kepenulisan Dasar.

Mengikuti Daurah Online. (foto: ist/*)
Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep juga memanfaatkan segala platform media sosial, channel youtube, dan website/social blog untuk memudahkan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) yang selama tiga tahun terakhir (sejak Tahun 2020) dilaksanakan secara online, termasuk pengenalan Pondok Pesantren dan Mata Pelajarannya, memberikan pembekalan secara online kepada santriwati baru, tips menjadi santri prestatif, sampai memandu masuk kampus dengan ketaatan tetap pada protokol kesehatan yang berlaku.
Kini, Pandemi Covid-19 telah berlalu, namun kebiasaan massif menyelenggarakan kegiatan webinar, daurah, atau pengajian online masih berlanjut hingga kini. Semua Instansi Pemerintah dan Swasta di tingkat Pusat, Provinsi dan Daerah, Kementerian dan BUMN, Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian, Perusahaan Swasta dan UMKM, Pondok Pesantren, dan bahkan Majelis taklim semuanya pernah merasakan serunya berkegiatan seminar online. Bukan hanya itu, bisnis online pun semakin marak dan tumbuh dengan pesat dan pada akhirnya akan semakin mudah dilakukan karena semakin terkoneksinya semua orang dengan biaya online yang semakin terjangkau.
Berikut ini beberapa kegiatan daurah online yang pernah penulis ikuti, ada yang dalam proses dan direncanakan akan diikuti, serta ada pula yang akan diulang untuk memantapkan pemahaman. Kesemuanya dilakukan untuk mewarisi khazanah keilmuan Islam bersanad dan semoga kelak dapat pula mewariskannya kepada yang lain, para santri dan penuntut khazanah keilmuan Islam lainnya.
Ijazah Sanad Kitab/Risalah yang sudah pernah diikuti/dikhatamkan/dihafalkan adalah sebagai berikut:
1. Ijazah Sanad Do’a dan Dzikir (Lihat: DISINI)
2. Ijazah Sanad Kitab Matan Ilmu Tajwid (Lihat: DISINI), seperti: Mandzumah Hidayatus Sibyan, Matn Tuhfatul Athfal (Lihat Ulasannya: DISINI), Al-Muqaddimah Al-Jazariyah, Matn Nuniyyah As-Sakhawiy, Roiyyah al-Khoqoniy, dan Matn Salsabil As-Syafi’i.
3. Mandzumah Al-Hāiyyah, Mandzumah Al-Lamiyyah, Mandzumah Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah, dan Mandzumah Siyar ilalah
4. Kitab Ushul Ats-Tsalatsah, Qawaidul Arba, Nawaqidul Islam, Kasyfu Syubuhat
5. Kitab Hadits Arbain An-Nawawi
6. Kitab Mushtalah Al-Hadits
7. Matan Aqidah Ath-Thahawiyyah
8. Syarh Aqidah Ath-Thahawiyyah libni Abil Izz
9. Matn Al-Ajurumiyah
10. Shahih Bukhari, beserta Syarah dan Mukhtasornya
11. Majelis Sama wal Ijazah Kitab Umdatul Ahkam (Lihat Infonya: DISINI)
12. Nadzhom Alfiah ibnu Malik
Seberapa pentingkah sebenarnya mengikuti Daurah Online, atau mengambil khazanah keilmuan Islam dari para Ulama, Masyaikh dan Ustadz bersanad?
Artinya:
“Sanad itu bagian dari agama. Kalau lah tidak ada sanad, pasti siapapun bisa berkata apa yang dia kehendaki.” [Riwayat Muslim dalam Muqaddimah Shahihnya]
Beliau juga berkata,
Artinya:
“Perumpamaan orang yang mencari ilmu agama tanpa sanad, seperti orang yang naik ke atap sebuah bangunan tanpa tangga” [Riwayat Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Al Kifayah fi Ilmi Riwayah hal.393]
Imam Sufyan Ats-Tsauri (wafat 161 H) -rahimahullah- berkata:
Artinya:
“Sanad adalah senjatanya orang beriman. Apabila tidak ada senjata tersebut, maka dengan apa mereka berperang (melawan syetan dan syubhat)?” [Riwayat Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Syaraf Ashabil Hadits hal.42]
Demikian, semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.