Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Ijazah Sanad Do’a dan Dzikir

Ijazah Sanad Do'a dan Dzikir

Oleh: Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M. 

BLOGGURU – Selayaknya setiap pengetahuan atau keilmuan Islam punya dasar pembelajaran dan garis keilmuan dari guru. Dalam keilmuan Islam, hal ini disebut “Sanad”. Bahwasanya setiap penuntut ilmu harus mempunyai guru yang jelas garis silsilah keilmuannya. Imam Syafi’i mengatakan, “Tiada ilmu tanpa sanad.”

Abdullah bin Mubarak mengatakan, “Sanad adalah bagian dari agama. Seandainya tidak ada kewajiban mengambil sanad, niscaya siapapun akan mengucapkan apa pun yang ia inginkan (mengenai agama)” (Lihat: Muqaddimah Shahih Muslim, hal.9), sementara Muhammad bin Sirin mengatakan, “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.” (Lihat: Muqaddimah Shahih Muslim, hal. 10).

Dalam Tazkirah As-Sami’e: 87, Imam Syafi’i juga berkata, “Barangsiapa yang bertafaqquh (mencoba memahami agama) melalui isi kandungan buku-buku, maka dia akan mensia-siakan hukum (kepahaman sebenar0sebenarnya).”

Imam Syafi’i juga mengatakan, “Orang yang belajar ilmu tanpa sanad guru bagaikan orang yang mengumpulkan kayu bakar di gelapnya malam, ia membawa pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tidak mengetahuinya.” (Faidhul Qadir, Djuz 1, hal. 433).

Ijazah Sanad. (foto: ist/blogguru)

Ijazah Sanad. (foto: ist/blogguru)

Menyadari akan pentingnya sanad tersebut, penulis berguru dan mengambil sanad keilmuan, amalan doa dan dzikir dari para kyai, alim ulama dan para habaib dibawah ini:

  1. Ijazah kitab pengobatan “Tholabussyifa’ bi Barokatil Musthafa”, Sanad Ijazah dari Al-Faqihil Muqoddam Muhammad bin Ali Ba’alwi, Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi, Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, Habib Luthfi bin Yahya, Habib Ahmad bin Abdullah bil Faqih, Habib Sholeh bin Ahmad Al-Aidrus, Guru Sekumpul (KH Muhammad Zaini bin Abdul Gani al-Banjari), Syekh Syihabuddin bin Salamah, Syaikh Wahbah az-Zuhaili.
  2. Ijazah “Qosidah Burdah”, Ijazah langsung dari KH Fuad Nurhasan Sidogiri bersambung langsung sampai ke penyusunnya Al-Imam Syarifuddin Abi Abdillah Muhammad Busyairi
  3. Ijazah Kitab “Rizqul Wasik”, Sanad Ijazah dari KH Fuad Nurhasan Sidogiri, KH Maimun Zubair Sarang, KH Hamid bin Abdullah Pasuruan, Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid Tanggul Jember, Habib Ahmad bin Hasan Al-Atthos, Habib Salim bin Abdullah As-Syathiri, Habib Alwi bin Shihab, Habib Abu Bakar Al-Atthos bin Abdullah al-Habsyi.
  4. Ijazah Kitab “Qawiyyul Hifdzi wal Fahmi” (Kekuatan Hafalan dan Pemahaman pada Pelajaran), Sanad Ijazah dari Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaith, Habib Ali Al-Habsyi Shohibul Maulid Simthudduror, Habib Luthfi bin Yahya, Habib Ali bin Hasan al-Atthos, Habib Novel al-Atthos, KH Abdul Alim bin Abdul Jalil Sidogiri, KH Makmum Lasem, KH Abdullah Faqih Langitan, KH Masruhin Pasuruan, KH Musyaffak Bisri Pasuruan, dan Guru Sekumpul (KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari).
  5.  Ijazah “Rotib Haddad” dan Wirdul Lathief,  Al-Imam Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad. Rotib ini memiliki keistimewaan yang amat luar biasa, bahkan Al-Habib Abdullah Al-Haddad sendiri mewasiatkan agar rotib ini selalu dibaca, ijazah sanad dari Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf dan KH Nawawi bin Abdul Latif Sidogiri;
  6.  Ijazah Kitab “Zadul Musafir”, Ijazah dari Masyaikh Sidogiri, KH Fuad Nurhasan Sidogiri, Al-Faqir Ahmad Muhammad.
  7. Ijazah “Hizib Bahar” karya Syaikh Imam Abu Hasan Asy-Syadzily
  8. Ijazah Kitab “Kanzul Barokah fi at-Tawassul bi Auliyaillah”. (Kitab Ijazah khusus untuk Bertawassul kepada Waliyullah)
  9. Ijazah “Dalailul Khoirot”, disusun oleh Sayyid Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli.
  10. Ijazah “Hizib Nashor”, Sanad Ijazah dari Habib Mundzir bin Fuad bin Abdurrahman al-Musawa, Murid Habib Umar bin Hafidz.
  11. Ijazah Dalailul Khairat ~ Sanad Ijazah Dalailul Khairat dan tata cara mengamalkannya dari para kyai yang sambung sanad gurunya (Sanad 1: dari KH Muzakki Birrul Alim dari jalur sanad KH Jazuli Ploso, Kediri;  Sanad 2: Dari KH Muzakki Birrul Alim dari jalur KH Kholil Nawawi Sidogiri; Sanad 3:  Dari KH Ahmad Nawawi Abdul Jalil Sidogiri; Sanad 4: Dari KH Kafabihi Mahrus Lirboyo; ke Penyusun Dalailul Khairat, Sayyid Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli;
  12. Ijazah Al-Auradu Khamzah ~
  13. Ijazah Waqiah Fadhilah dan Hizib Risqi ~
  14. Ijazah Tariqah Ushul
  15. Ijazah Wirid Auradu Saujaini
  16. Ijazah Al-Mahabbah Mujarrobah

Demikianlah beberapa ijazah sanad yang penulis peroleh. Semoga diberikan pemahaman, kekuatan dan kesehatan serta hati yang bersih/ikhlas dalam pengamalannya.

Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, S.H.i., M.M., Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulawesi Selatan.

 

KELUAR