1000 => ألف
Lafadh 1000 (ألف) adalah mudzakkar sebab tidak dijumpai tanda mu’annats baik secara ma’nawi maupun lafdhi.
Aturan untuk ‘adadnya adalah:
- Berhukum mu’rob sesuai dengan tarkibnya
- Tanda I’robnya adalah sebagaimana tanda I’rob isim mufrod (rofa’ dengan dlommah, nashob dengan fathah dan jer dengan kasroh)
Sedangkan aturan untuk ma’dudnya ألف yaitu: Berupa mufrod, Dibaca jer, dan Sebagai mudhof ilaih
Rumus:
|
معدود |
عدد |
|
+ |
+ |
|
– |
Contoh:
أَلْفُ نَجْمٍ عَلَى السَّمَاءِ
دَفَعْتُ أَلْفَ رُوْبِيَّةٍ إِلَى الْبَائِعِ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
2000 => ألفان / ألفين
Bilangan 2000 adalah bentuk tatsniyah dari lafadh ألف
Aturan untuk ‘adadnya adalah:
- Berhukum mu’rob sesuai dengan tarkibnya
- Tanda I’robnya adalah sebagaimana tanda I’rob isim tatsniyah (rofa’ dengan alif, nashob dengan ya’ dan jer dengan ya’)
Aturan ma’dudnya sama dengan ألف, yakni: Berupa mufrod, Dibaca jer, dan sebagai mudhof ilaih
Rumus:
|
معدود |
عدد |
|
+ |
+ |
|
– |
Contoh:
لِى أَلْفَا كِتَابٍ
اشْتَرَيْتُ أَلْفَيْ كِتَابٍ
مَرَرْتُ بِأَلْفَيْ طَيْرٍ
3000-9000
Jika dirasio, bilangan 3000-9000 merupakan rangkaian ‘adad yang berasal dari ‘adad mufrod (3-9) yang dimudlofkan (disandarkan) dengan bilangan ribuan. Dengan demikian posisi bilangan ribuan di sini adalah menjadi ma’dudnya.
Maka dari itu kita kembali pada aturan ‘adad mufrod di atas, yakni :
- Juz yang pertama (bilangan 3-9) harus mu’annats, sebab bilangan ribuan (ألف) yang berkedudukan sebagai ma’dudnya berupa isim mudzakkar.
- Bilangan 3-9 berhukum mu’rob sebagaimana tarkibnya, dengan menggunakan tanda I’rob sebagaimana tanda I’rob isim mufrod
- Bilangan ribuannya beri’rob jer karena menjadi mudlof ilaih.
- Bilangan ribuannya berupa isim jama’
|
معدود (+) |
عدد (-) |
|
آلاَفٍ |
ثَلاَثَةُ |
|
آلاَفٍ |
أَرْبَعَةُ |
|
آلاَفٍ |
خَمْسَةُ |
|
آلاَفٍ |
سِتَّةُ |
|
آلاَفٍ |
سَبْعَةُ |
|
آلاَفٍ |
ثَمَانِيَةُ |
|
آلاَفٍ |
تِسْعَةُ |
Adapun aturan untuk ma’dud dari bilangan 3000-9000 adalah: Berupa isim mufrod, Dibaca jer, dan Sebagai mudlof ilaih
Rumus:
|
معدود |
عدد |
|
|
+ |
+ |
– |
|
– |
||
Contoh:
سَبْعَةُ آلاَفِ نَجْمٍ عَلَى السَّمَاءِ
دَفَعْتُ خَمْسَةَ آلاِفِ رُوْبِيَّةٍ إِلَى الْبَائِعِ
سَلَّمْتُ إِلَى ثَلاَثَةِ آلاَفِ اُسْتَاذٍ
Sebagaimana bilangan ratusan, bilangan di atas ribuan itu dapat disandingkan dengan 4 macam ‘adad, deskripsinya:
‘Adad mufrod, 1001-1010 itu berarti bilangan 1000 disandingkan dengan ‘adad mufrod
‘Adad murokkab, 1011-1019 itu berarti bilangan 1000 disandingkan dengan ‘adad murokkab
‘Adad ‘uqud, 1020-1090 itu berarti bilangan 1000 disandingkan dengan ‘adad ma’qud
‘Adad bayan, 1021-1029 s/d 1091-1099 itu berarti bilangan 1000 disandingkan dengan ‘adad ma’thuf
‘Adad ratusan, 1100-1199 s/d 1900-1999 itu berarti bilangan 1000 disandingkan dengan ‘adad ratusan, atau disandingkan dengan ‘adad ratusan yang telah disandingkan dengan ‘adad lain pula.
Kalau seperti itu, maka boleh menggunakan 2 macam urutan:
- الرتبة الكبرى => bilangan yang besar didahulukan
- الرتبة الصغرى => bilangan yang kecil didahulukan
Dan dalam hal ini, aturan untuk ma’dudnya adalah, ma’dud menyesuaikan dengan ‘adad yang paling dekat.
Contoh:
“Di masjid terdapat 3005 laki-laki”
الرتبة الكبرى ← فِى الْمَسْجِدِ ثَلاَثَةُ آلاَفٍ وَخَمْسَةُ رِجَالٍ
الرتبة الصغرى ← فِى الْمَسْجِدِ خَمْسَةٌ وَثَلاَثَةُ آلاَفِ رَجُلٍ
“Di masjid terdapat 3075 laki-laki”
الرتبة الكبرى ← فِى الْمَسْجِدِ ثَلاَثَةُ آلاَفٍ وَخَمْسَةٌ وَسَبْعُوْنَ رَجُلاً
الرتبة الصغرى ← فِى الْمَسْجِدِ خَمْسَةٌ وَسَبْعُوْنَ وَ ثَلاَثَةُ آلاَفٍ رَجُلٍ
“Di masjid terdapat 3875 laki-laki”
الرتبة الكبرى ← فِى الْمَسْجِدِ ثَلاَثَةُ آلاَفٍ وَثَمَانُمِائَةٍ وَخَمْسَةٌ وَسَبْعُوْنَ رَجُلاً
الرتبة الصغرى ← فِى الْمَسْجِدِ خَمْسَةٌ وَسَبْعُوْنَ وَثَمَانُمِائَةٍ وَ ثَلاَثَةُ آلاَفٍ رَجُلٍ
Alhamdulillah, selesai pembahasan Kaidah ‘Adad Ma’dud
Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)







